5 Manfaat Shinrin-yoku yang Terbukti Ilmiah, dari Turunkan Stres Hingga Tingkatkan Imun
- https://www.pexels.com/photo/a-woman-in-a-lotus-position-8964937/
Kesehatan, VIVA Bali – Shinrin-yoku, atau forest bathing, seringkali dianggap sebagai praktik meditasi yang menenangkan. Namun, di balik filosofinya yang puitis, ternyata tersimpan serangkaian manfaat fisiologis yang kuat dan terbukti secara ilmiah. Ini bukan hanya perasaan "enak", tetapi perubahan nyata yang terjadi di dalam tubuh kita saat terhubung dengan alam.
Praktik terapi hutan Jepang ini telah menjadi subjek penelitian serius selama puluhan tahun, terutama di Jepang dan Korea Selatan. Para ilmuwan telah berhasil mengukur dan memvalidasi dampak positif dari "mandi hutan" terhadap berbagai sistem tubuh, dari sistem saraf hingga kekebalan. Ini adalah bukti bahwa kesehatan holistik dapat dicapai melalui cara-cara yang sederhana.
Berikut adalah lima manfaat Shinrin-yoku yang didukung oleh bukti ilmiah dari berbagai jurnal medis dan akademis.
1. Shinrin-yoku Menurunkan Hormon Stres (Kortisol) secara Signifikan
Salah satu manfaat yang paling banyak diteliti adalah kemampuan Shinrin-yoku dalam menurunkan stres. Sebuah studi penting yang dipublikasikan di PubMed Central oleh National Institutes of Health (NIH) AS menemukan bahwa partisipan yang menghabiskan waktu di lingkungan hutan menunjukkan penurunan konsentrasi hormon kortisol (hormon stres utama tubuh) yang signifikan dibandingkan dengan mereka yang berada di lingkungan perkotaan. Ini menjadi bukti fisiologis langsung bahwa alam memiliki efek menenangkan pada tubuh kita.
2. Meningkatkan Sistem Kekebalan Tubuh
Ini mungkin manfaat yang paling mengejutkan. Penelitian lain yang juga dipublikasikan di PubMed Central menunjukkan bahwa praktik "mandi hutan" dapat meningkatkan jumlah dan aktivitas dari sel darah putih yang disebut Natural Killer (NK).
Sel NK menjadi bagian penting dari sistem imun yang bertugas membunuh sel-sel tumor dan sel yang terinfeksi virus. Peningkatan aktivitas sel NK ini bahkan bertahan hingga beberapa hari setelah kunjungan ke hutan.
3. Menurunkan Tekanan Darah dan Detak Jantung
Selain menurunkan hormon stres, berada di hutan juga berdampak positif pada sistem kardiovaskular. Studi yang sama menemukan bahwa partisipan yang melakukan Shinrin-yoku mengalami penurunan tekanan darah dan detak jantung yang lebih rendah. Hal ini menunjukkan bahwa lingkungan hutan membantu menenangkan sistem saraf simpatik (respons "lawan atau lari") dan mengaktifkan sistem saraf parasimpatik (respons "istirahat dan cerna"), yang sangat penting untuk relaksasi tubuh.
4. Memperbaiki Suasana Hati dan Mengurangi Gejala Depresi
Manfaat kesehatan mental dari Shinrin-yoku sangatlah kuat. Berjalan-jalan di hutan terbukti dapat mengurangi perasaan negatif seperti permusuhan, depresi, dan kecemasan, sambil secara bersamaan meningkatkan perasaan positif dan tingkat energi. Suara gemerisik daun, aroma tanah, dan pemandangan hijau yang menenangkan bekerja secara sinergis untuk memperbaiki suasana hati.
5. Meningkatkan Fungsi Kognitif dan Kreativitas
Otak kita terus-menerus dibombardir oleh informasi di lingkungan perkotaan. Menghabiskan waktu di alam memberikan kesempatan bagi korteks prefrontal, bagian otak yang bertanggung jawab untuk fokus dan pengambilan keputusan supaya beristirahat dan pulih. Jeda ini dapat meningkatkan kemampuan kognitif, mempertajam fokus, dan bahkan memicu kreativitas saat kita kembali ke rutinitas sehari-hari.