Mengenal Gejala Asam Lambung dan Cara Mengatasinya
- https://www.freepik.com/free-photo/man-sits-bed-with-stomachache-presses-his-stomach-with-his-hands_10317051.
Kesehatan, VIVA Bali –Penyakit asam lambung atau yang dikenal juga dengan GERD (Gastroesophageal Reflux Disease) menjadi salah satu masalah pencernaan yang sering dialami banyak orang. Kondisi ini terjadi ketika asam lambung naik ke kerongkongan sehingga menimbulkan rasa tidak nyaman. Tidak jarang, penderitanya mengalami rasa panas di dada atau yang biasa disebut heartburn.
Banyak orang yang menganggap gejala asam lambung sebagai masalah sepele, padahal jika dibiarkan, gangguan ini dapat memengaruhi kualitas hidup bahkan menimbulkan komplikasi serius.
Untuk itu, penting mengetahui gejala-gejala asam lambung serta bagaimana cara mencegahnya. Dilansir dari Halodoc berikut ini gejala dan cara mengatasi asam lambung.
Gejala Umum Asam Lambung
Gejala asam lambung dapat berbeda-beda pada setiap orang, tetapi ada beberapa tanda yang paling sering dirasakan, antara lain:
1. Rasa Panas di Dada (Heartburn)
Heartburn adalah sensasi terbakar di dada yang sering muncul setelah makan, terutama ketika mengonsumsi makanan berlemak, pedas, atau mengandung kafein. Sensasi ini bisa menjalar hingga ke leher dan semakin parah saat penderita berbaring atau membungkuk.
2. Mudah Kenyang
Gangguan pada gerakan lambung membuat makanan yang masuk menjadi sulit terdorong ke usus. Akibatnya, makanan menumpuk di dalam lambung, sehingga penderita cepat merasa kenyang meskipun baru makan sedikit.
3. Sering Bersendawa
Refluks asam lambung sering menyebabkan udara berlebih masuk ke saluran pencernaan. Udara ini kemudian keluar dalam bentuk sendawa. Meskipun sendawa bisa terasa melegakan, kondisi ini menjadi tanda bahwa sistem pencernaan tidak bekerja dengan baik.
4. Sakit Tenggorokan
Naiknya asam lambung dapat menyebabkan iritasi pada kerongkongan (esofagus). Jika dibiarkan, iritasi ini bisa memicu rasa sakit di tenggorokan, bahkan membuat penderita sulit menelan.
5. Mual dan Muntah
Ketika asam lambung naik disertai rasa asam di mulut, penderita sering kali merasa mual. Dalam beberapa kasus, gejala ini dapat berlanjut menjadi muntah, terutama setelah mengonsumsi makanan yang memicu refluks.
6. Bau Mulut
Regurgitasi atau kembalinya makanan dan asam dari lambung ke kerongkongan dapat menyebabkan bau mulut tidak sedap. Hal ini sering disertai dengan rasa pahit atau asam di mulut.
7. Batuk Kering
Batuk tanpa dahak yang berlangsung lama juga bisa menjadi tanda asam lambung kronis. Asam yang naik ke kerongkongan dapat mengiritasi saluran pernapasan sehingga memicu batuk.
Cara Mengatasi dan Mencegah Asam Lambung
Mengatasi asam lambung tidak selalu memerlukan obat, terutama jika gejalanya masih ringan. Berikut beberapa langkah sederhana yang dapat membantu:
Makan dalam porsi kecil tetapi lebih sering. Cara ini membantu lambung mencerna makanan lebih baik tanpa memberikan tekanan berlebih.
- Hindari makanan pemicu refluks. Batasi makanan pedas, asam, berlemak, serta minuman berkafein.
- Jangan langsung berbaring setelah makan. Tunggu setidaknya dua hingga tiga jam sebelum berbaring atau tidur.
- Perbaiki posisi tidur. Tidur dengan kepala sedikit lebih tinggi dapat membantu mencegah asam naik ke kerongkongan.
- Kurangi kebiasaan merokok dan alkohol. Kedua hal ini dapat melemahkan katup lambung sehingga asam lebih mudah naik.
- Kendalikan berat badan. Berat badan ideal membantu mengurangi tekanan pada perut yang dapat memicu refluks.
- Gunakan pakaian longgar. Pakaian ketat di area perut dapat memperburuk gejala.
Jika gejala tidak membaik dengan perubahan gaya hidup, sebaiknya konsultasikan dengan dokter. Dalam beberapa kasus, dokter mungkin akan meresepkan obat untuk mengurangi produksi asam lambung atau membantu memperbaiki fungsi katup lambung.
Asam lambung adalah masalah pencernaan yang umum, tetapi dapat mengganggu aktivitas sehari-hari jika tidak dikelola dengan baik. Mengenali gejalanya lebih dini dapat menjadi langkah awal untuk penanganan yang tepat. Dengan mengatur pola makan, menghindari pemicu, dan menerapkan gaya hidup sehat, risiko kambuhnya asam lambung dapat diminimalisir.