Diet Ekstrem Bisa Rusak Metabolisme Tubuh!
- https://www.freepik.com/free-photo/depressed-woman-hungry-from-dieting_14454083.
Lifestyle, VIVA Bali –Banyak orang tergoda untuk mencoba diet ekstrem demi menurunkan berat badan dengan cepat. Pola makan super ketat, mengurangi porsi secara drastis, bahkan ada yang hanya mengkonsumsi satu jenis makanan dalam jangka waktu lama. Sekilas, hasilnya memang terlihat instan. Namun, dibalik itu, diet ekstrem justru menyimpan bahaya serius, terutama bagi metabolisme tubuh.
Kenapa Diet Ekstrim Berbahaya?
Metabolisme adalah proses tubuh mengubah makanan dan minuman menjadi energi. Jika tubuh dipaksa kekurangan nutrisi penting, metabolisme akan melambat. Akibatnya, tubuh menjadi “hemat energi” sehingga pembakaran kalori menurun. Hal ini membuat berat badan memang bisa cepat turun di awal, tapi justru rentan naik lagi lebih besar ketika diet dihentikan.
Risiko Kesehatan dari Diet Ekstrem
1. Menimbulkan kerusakan otot dengan mengambil energi dari jaringan otot.
2. Mengganggu hormon tiroid dan leptin yang berperan mengatur nafsu makan serta metabolisme.
3. Membatasi jenis makanan membuat tubuh kehilangan vitamin dan mineral penting.
4. Berat badan turun drastis, lalu naik kembali bahkan lebih tinggi setelah pola makan normal.
5. Memicu stres, rasa bersalah, bahkan hubungan yang tidak sehat dengan makanan.
Apa Kata Penelitian?
1. Studi dari Journal of the American Medical Association (JAMA) menyebut bahwa diet ketat rendah kalori dalam jangka panjang meningkatkan risiko penurunan massa otot dan gangguan metabolisme.
2. Riset yang dipublikasikan di Harvard T.H. Chan School of Public Health menegaskan bahwa diet ekstrim tanpa pengawasan medis berpotensi merusak kesehatan jantung dan sistem kekebalan tubuh.
3. Menurut National Health Service (NHS) UK, diet sangat rendah kalori hanya boleh dilakukan dalam kondisi tertentu dan harus diawasi dokter.
Tips Diet Sehat Tanpa Merusak Tubuh
1. Fokus pada pola makan seimbang – perbanyak sayur, buah, protein sehat, dan karbohidrat kompleks.