Waspada! 10 Makanan Tinggi Merkuri yang Sering Dikonsumsi
- https://healthyeatingclinic.com.au/high-mercury-fish-and-pregnancy/
Kesehatan, VIVA Bali – Merkuri adalah logam berat beracun yang dapat menumpuk di dalam tubuh dan menimbulkan masalah kesehatan serius, terutama bagi ibu hamil, anak-anak, dan orang dengan sistem kekebalan lemah. Paparan merkuri berlebihan dikaitkan dengan gangguan saraf, penurunan fungsi kognitif, serta kerusakan ginjal dan hati. Salah satu sumber utama paparan merkuri adalah makanan laut tertentu.
Menurut laporan U.S. Food and Drug Administration (FDA) dan Environmental Protection Agency (EPA), beberapa jenis ikan dan makanan laut mengandung kadar merkuri lebih tinggi dibanding yang lain, karena mereka berada di puncak rantai makanan dan mengonsumsi ikan kecil yang sudah terkontaminasi.
1. Ikan Hiu
Hiu berada di posisi puncak rantai makanan laut sehingga mengakumulasi kadar merkuri sangat tinggi. Konsumsi rutin dapat membahayakan fungsi saraf.
2. Ikan Pedang (Swordfish)
Dikenal sebagai predator laut besar, ikan pedang mengandung merkuri tinggi sehingga tidak disarankan untuk anak-anak dan ibu hamil.
3. King Mackerel
Jenis makarel besar ini memiliki kadar merkuri yang jauh lebih tinggi dibanding makarel biasa.
4. Tuna Sirip Biru
Tuna sirip biru, terutama yang diolah sebagai sashimi atau sushi, kerap mengandung merkuri tinggi karena ukurannya besar dan usianya panjang.
5. Marlin
Ikan marlin sering ditemukan dengan kandungan merkuri berlebih, sehingga disarankan untuk dihindari.
6. Ikan Tile (Tilefish)
Tilefish dari perairan Teluk Meksiko dikenal memiliki konsentrasi merkuri yang signifikan.
7. Orange Roughy
Ikan laut dalam ini berusia panjang dan mengakumulasi banyak merkuri selama hidupnya.
8. Bigeye Tuna
Jenis tuna besar lainnya dengan kandungan merkuri tinggi, berbeda dengan tuna kaleng ringan yang relatif lebih aman.
9. Escolar
Ikan ini sering disalahartikan sebagai tuna, tetapi memiliki kandungan merkuri cukup tinggi dan dapat memicu gangguan pencernaan.
10. Lobster Laut Dalam
Lobster dari laut dalam dapat mengandung kadar merkuri lebih tinggi dibandingkan udang atau kerang kecil.
Dampak Paparan Merkuri
Merkuri dapat merusak sistem saraf, terutama pada janin dan anak kecil, mengganggu perkembangan otak, dan meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular. Menurut World Health Organization (WHO), paparan jangka panjang juga bisa memicu kerusakan ginjal dan masalah imunologi.