Diabetes Tipe 2 Bisa Sebabkan Masalah Kulit Serius, Kenali Gejalanya
- https://www.freepik.com/free-photo/front-view-diabetic-woman-checking-her-glucose-level_65609437.
Kesehatan, VIVA Bali –Tahukah kamu bahwa permasalahan kulit seperti luka yang sulit sembuh, kulit pecah-pecah, dan infeksi kulit bisa menjadi gejala awal diabetes tipe 2? Menurut American Diabetes Association (ADA), diabetes tidak hanya dapat memperburuk kondisi kulit yang sudah ada, tetapi juga bisa memicu munculnya masalah kulit baru.
Diabetes Tipe 2 dan Dampaknya pada Kulit
Diabetes tipe 2 memengaruhi cara tubuh dalam mengolah gula darah. Ketika tubuh tidak merespons insulin secara optimal atau tidak cukup memproduksi insulin, kadar gula darah bisa meningkat dan tinggi dalam waktu lama. Kondisi ini dapat menyebabkan kerusakan pada pembuluh darah dan sistem kekebalan tubuh yang berpotensi mengganggu kesehatan kulit. Beberapa efek jangka panjang dari kadar gula darah tinggi antara lain kerusakan pada pembuluh darah, penurunan sistem imun, dan proses penyembuhan luka yang lambat. Hal ini membuat penderita diabetes lebih rentan mengalami gangguan kulit.
Gejala Masalah Kulit yang Perlu Diwaspadai
Menurut studi tahun 2016, sekitar 97 persen penderita diabetes mengalami kondisi kulit yang sensitif dan rentan. Maka dari itu, penting untuk mengenali gejala sejak dini, seperti perubahan pada warna atau tekstur kulit, iritasi atau luka di sekitar area suntikan insulin, luka kecil atau goresan yang tidak kunjung sembuh, luka yang tampak meradang atau terinfeksi. Karena sistem imun penderita diabetes cenderung melemah, bakteri dan jamur lebih mudah berkembang di kulit dan dapat memperparah kondisi jika tidak ditangani secara intensif.
Penyebab Masalah Kulit Akibat Diabetes
Faktor yang membuat penderita diabetes tipe 2 mudah mengalami gangguan kulit yaitu :
1. Gangguan sirkulasi darah akibat kerusakan pembuluh darah dan saraf yang menghambat aliran darah ke kulit. Hal ini berdampak pada tampilan, tekstur, dan kemampuan kulit untuk pulih.
2. Penurunan fungsi sel darah putih sehingga tubuh lebih sulit melawan infeksi.
3. Kerusakan pada sel kulit yang mempengaruhi kemampuan tubuh untuk berkeringat dan menyebabkan sensitivitas tinggi terhadap panas atau tekanan.
4. Neuropati diabetik atau kerusakan saraf yang dapat menurunkan sensasi, membuat luka atau cedera kecil tidak disadari, dan berisiko menjadi lebih parah jika tidak segera diobati.
Gaya Hidup Sehat untuk Mencegah Masalah Kulit Akibat Diabetes
Meskipun diabetes tidak selalu bisa dicegah, beberapa perubahan gaya hidup dapat membantu mengontrol kadar gula darah dan meminimalkan risiko masalah kulit. Adapun pola hidup sehat untuk mengelola diabetes yaitu dengan mengkonsumsi makanan sehat dan seimbang sesuai dengan pola makan ramah diabetes, melakukan aktivitas fisik secara rutin, memantau kadar gula darah secara berkala.
Tips Merawat Kulit bagi Penderita Diabetes
Adapun tips yang bisa dilakukan untuk merawat kulit diabetes yaitu:
1. Gunakan pelembab setiap hari untuk menjaga kelembapan kulit.
2. Hindari menggaruk kulit yang kering karena dapat menyebabkan luka.
3. Segera obati luka kecil untuk mencegah infeksi.
4. Gunakan humidifier saat cuaca kering untuk menjaga kelembaban udara.
5. Hindari mandi dengan air yang terlalu panas.
6. Periksa kondisi kaki setiap hari, terutama jika kamu mengalami mati rasa akibat neuropati.
Menjaga kesehatan kulit merupakan bagian penting dari pengelolaan diabetes tipe 2. Dengan memahami hubungan antara kadar gula darah dan kesehatan kulit, penderita diabetes dapat lebih waspada terhadap tanda-tanda awal komplikasi. Perubahan gaya hidup sehat juga dapat membantu mencegah dan mengurangi risiko masalah kulit yang serius. Jika muncul gejala yang tidak biasa pada kulit, segera konsultasikan dengan tenaga medis untuk mendapatkan penanganan yang tepat dan mencegah komplikasi yang lebih memburuk.