Belajar Moral Khas Legenda Gunung Bromo
- https://www.pexels.com/id-id/foto/foto-orang-menunggang-kuda-2291648/
Puncak moralitas dicapai oleh Kusuma, yang menunjukkan nilai rela berkorban demi keluarga dan masyarakat, demi keselamatan saudara-saudara dan seluruh masyarakat Tengger.
Sebelum menghilang ditelan kawah, Kusuma meninggalkan pesan suci yang kini menjadi dasar dari ritual Yadnya Kasada yang dilakukan suku Tengger setiap tahun. Pesannya berbunyi, "Saudara-saudaraku yang kucintai aku telah dikorbankan oleh orang tua kita dan Hyang Widi menyelamatkan kalian semua... Aku ingatkan agar kalian setiap bulan Kasada pada hari ke-14 mengadakan sesaji kepada Hyang Widi di kawah Gunung Bromo".
Secara keseluruhan, moral-moral ini dirangkum dalam temuan penelitian, "Cinta sejati; Pemimpin yang adil dan bijaksana; Pemimpin yang mau mendengar suara rakyatnya; Pemimpin yang relegius; Orang Tua yang menyayangi dan mencintai anak-anaknya; Rela berkorban demi keluarga dan masyarakat".
Studi ini menyimpulkan bahwa Legenda Gunung Bromo bukan hanya kisah asal-usul, melainkan cerminan yang kuat tentang nilai-nilai kemanusiaan yang harus dijunjung. Nilai-nilai ini menjadi panduan hidup bagi masyarakat Tengger, mengajarkan pentingnya kesetiaan, keadilan, ketegasan, dan ketaatan kepada Yang Maha Kuasa.