Sistem Pantun dalam Irama Batanghari Sembilan

Irama Batanghari Sembilan
Sumber :
  • https://www.antarafoto.com/id/view/388053/belajar-musik-batanghari-sembilan

Budaya, VIVA BaliSistem Adat terukir untuk identitas. Budaya yang bersifat benda lahir atau tercipta dari beberapa peristiwa penting menurut sejarah. Sistem adat memiliki sejarah dalam mengajarkan ilmu, komunikasi, dan bahasa. Sistem adat menyebutkan unsur budaya sebagai kearifan lokal. Kearifan lokal diterjemahkan dengan cara peneliti melihat unsur sejarah maupun unsur sastra. Sistem adat juga mengandung unsur sastra yang menghidupkan budaya, agama, hingga pendidikan.

img_title Sistem Adat dalam Teknik Menenun Tradisional di Sulawesi Selatan

Sistem adat juga menggubah kearifan lokal menggunakan filosofi adat karena filosofi adat menjelaskan metode menghidupkan adat istiadat. Nasehat yang ditutur sebagai sastra lisan akhirnya menjadi sastra tulis dalam kearifan lokal. Kearifan lokal yang berada dalam teori kesenian menjadi contoh nyanyian yang berisi pantun.

Peneliti berbicara mengenai budaya berpantun. Pantun adalah kebudayaan tak benda yang berisi sampiran dan isi. Pantun bisa dibentuk 2 baris, 4 baris, dan pantun kilat. Pantun juga mengandung makna yang bermajas. Pantun ini ditemukan dalam lagu kategori Irama Batanghari Sembilan. Dilansir dari Liaw Yock Fang (dalam Firmansyah) mencatat “pantun adalah senandung atau puisi rakyat yang dinyanyikan, sampai sekarang pantun masih dinyanyikan”.

img_title Sistem Hukum Adat dalam Tradisi Nondoi Suku Paser

Kearifan Lokal Musik Khas Sumatra Selatan

Kebudayaan musik di Sumatra Selatan tak hanya berpusat di Kota Palembang, Sumatra Selatan. Lalu pantun berada di bagian lirik lagu. Kesenian ini terkenal yang disebut Batanghari Sembilan. Sedangkan Festival Batanghari Sembilan adalah pertunjukan kesenian yang digelar pada tingkat provinsi Sumatra Selatan.

img_title Sistem Adat dalam Peribahasa Sadapur Kada Sakenceng

Sebagai contoh Festival Batanghari Sembilan tahun 2023 digelar di Madrasah Aliyah Negeri 1 Kota Palembang. Firmansyah (2015) menceritakan “Musik Batanghari Sembilan merupakan kesenian musik yang terdiri dari sajian instrumen gitar tunggal dan/atau instrumen lainnya, dan vokal yang menyajikan lagu khas daerahnya, yang berisikan pantun-pantun berbahasa daerah dengan tema yang bervariasi, serta ditembangkan sesuai dialek dan/atau logat masing-masing daerah di Sumatera Selatan, di mana kesenian ini tumbuh dan berkembang khususnya di daerah Sumatera Selatan.”.

Diberitahukan dari MAN 1 Palembang (2023) “Batanghari Sembilan adalah nama lain dari provinsi daerah tingkat I Sumatera Selatan yang memiliki 9 sungai yaitu, Sungai Lematang, Sungai Komering, Sungai Ogan, Sungai Batang Leko, Sungai Rupit, Sungai Rawas, Sungai Lakitan, Sungai Beliti, Sungai Kelingi”.

Halaman Selanjutnya
img_title