Menyusuri Jejak Pelabuhan Kuno dan Mercusuar Bersejarah
- https://www.google.com/imgres?q=Mercusuar%20Cikoneng&imgurl=https%3A%2F%2Flookaside.instagram.com%2Fseo%2Fgoogle_widget%
Wisata, VIVA Bali –Indonesia memiliki garis pantai panjang yang menyimpan jejak perdagangan, pelayaran, dan pertemuan berbagai budaya. Di sejumlah kawasan pesisir, pelabuhan tua dan mercusuar masih berdiri sebagai pengingat masa ketika laut menjadi jalur utama pergerakan manusia dan barang.
Dua destinasi yang menarik untuk ditelusuri adalah Pelabuhan Sunda Kelapa di Jakarta Utara dan Mercusuar Cikoneng di Anyer, Kabupaten Serang, Banten. Keduanya memiliki fungsi dan latar sejarah berbeda, tetapi sama-sama memperlihatkan pentingnya laut dalam perkembangan wilayah Nusantara.
Sunda Kelapa pernah menjadi pelabuhan penting bagi perdagangan antardaerah dan hubungan dagang dengan bangsa lain. Sementara itu, Mercusuar Cikoneng dibangun pada masa kolonial dan berperan sebagai penunjuk arah bagi kapal yang melintasi Selat Sunda.
Sunda Kelapa, Gerbang Perdagangan Masa Lampau
Pelabuhan Sunda Kelapa merupakan salah satu kawasan bersejarah yang menggambarkan perjalanan Jakarta sebagai kota pelabuhan. Sejak masa kerajaan Sunda, kawasan ini telah menjadi tempat persinggahan kapal dan pusat perdagangan.
Komoditas yang diperdagangkan pada masa lalu mencakup hasil bumi dan rempah-rempah. Kapal dari berbagai wilayah Nusantara, serta pedagang dari kawasan Asia, turut membentuk kehidupan ekonomi di pelabuhan tersebut. Perdagangan ini ikut mendorong pertukaran budaya dan perkembangan permukiman di sekitar bandar.
Hingga kini, aktivitas kapal kayu dan suasana dermaga menjadi daya tarik bagi pengunjung. Wisatawan dapat mengamati kapal tradisional, memotret lanskap pelabuhan, dan mempelajari hubungan antara perdagangan, transportasi laut, serta pertumbuhan kota.
Untuk memperluas pemahaman, kunjungi Museum Bahari Jakarta. Museum ini menyimpan koleksi dan informasi tentang sejarah kebaharian Indonesia, termasuk perkembangan pelabuhan dan kehidupan pelaut. Bangunannya sendiri merupakan bagian dari warisan arsitektur kawasan pelabuhan lama.
Mercusuar Cikoneng, Penunjuk Jalan di Selat Sunda
Berbeda dengan pelabuhan yang menjadi tempat kapal berlabuh, mercusuar membantu pelaut mengenali posisi dan jalur pelayaran. Salah satu bangunan yang menyimpan kisah tersebut adalah Mercusuar Cikoneng di Anyer.
Mercusuar ini dibangun pada 1885 oleh pemerintah Hindia Belanda. Bangunan tersebut digunakan sebagai penunjuk arah bagi kapal yang melintasi Selat Sunda, jalur penting yang menghubungkan perairan sekitar Jawa dan Sumatra.