Semakin Tua, Semakin Sepi? Ternyata Ini Alasan Teman Semakin Sedikit!

Alasan Lingkar Pertemanan Semakin Mengecil
Sumber :
  • https://www.pexels.com/photo/four-women-standing-near-plants-taken-1337977/

Lifestyle, VIVA Bali – Dulu, kayaknya buat punya teman tuh gampang banget, ya? Di sekolah, di kampus, atau bahkan cuman karena suka jajan bareng aja obrolan bisa langsung nyambung. Grup nongkrong juga selalu ramai, ditambah kadang-kadang bisa ketemuan hampir tiap minggu. Tapi, seiring berjalannya waktu lingkaran pertemanan semakin mengecil. Tiba-tiba sadar, dari belasan teman akrab dulu sekarang yang masih ngobrol cuman segelintir doang.

img_title Detoks Media Sosial Saat Weekend, Benarkah Baik untuk Kesehatan Mental?

Fenomena ini dialami banyak orang, tapi sayangnya jarang banget dibahas. Entah kita yang berubah atau semakin banyak tuntutan yang harus dikerjakan sampai lupa menjaga hubungan dengan teman-teman. Mungkin jawabannya gak sesederhana itu karena ada berbagai perubahan yang terjadi saat kita bertumbuh. Baik secara usia, prioritas, maupun cara kita memaknai koneksi dengan orang lain. Untuk itu, yuk kita kupas lebih dalam beberapa alasan dibalik mengecilnya lingkaran pertemanan waktu kita dewasa!

Prioritas Hidup yang Berubah

img_title Matcha vs Kopi, Mana yang Cocok Buat Temani Kerja dan Belajar?

Semakin tumbuh dewasa, waktu dan energi kita menjadi lebih terbatas. Banyak hal yang dulunya penting jadi tergantikan oleh tanggung jawab dan komitmen yang lebih besar. Bukan berarti kita jadi gak peduli dengan teman, tapi hidup di fase dewasa membuat kita harus lebih bijak dalam membagi waktu dan energi. Sering kali, perbedaan prioritas jadi alasan kenapa intensitas komunikasi atau pertemuan dengan teman mulai berkurang.

Memprioritaskan Relasi yang Layak Dipertahankan

img_title Mau Hari Lebih Produktif? Coba 7 Morning Routine Sederhana ini

Seiring bertambahnya usia, kita mulai lebih selektif dalam memilih siapa saja yang benar-benar penting dalam hidup. Dilansir dari laman Hello Sehat, ketika seseorang dirasa sudah menemukan teman yang tepat, biasanya ia gak lagi merasa perlu untuk memperluas lingkaran sosialnya. Selain itu, energi dan waktu yang dimiliki juga lebih banyak digunakan untuk merawat hubungan yang sudah terjalin dengan orang-orang terdekat.

Pertemanan Butuh Komitmen

Seiring waktu, kita mulai memahami bahwa menjaga pertemanan bukanlah hal yang bisa dilakukan oleh satu pihak saja. Akan tetapi, dibutuhkan juga usaha dari semua pihak. Harus ada kemauan untuk tetap saling terhubung, saling mendengar, dan terlibat dalam momen penting satu sama lain. Sayangnya, gak semua orang bersedia memberikan usaha yang sama. Ketika sebuah hubungan terasa timpang karena hanya satu pihak saja yang terus memberi, hal tersebut bisa menjadi sumber dari kelelahan secara emosional. Gak sedikit yang akhirnya memilih buat menjauh dari relasi semacam ini untuk menjaga kesehatan mental.

Halaman Selanjutnya
img_title