Capek Sama Teman Sendiri? Mungkin Kamu Alami Friendship Burnout!
- https://www.pexels.com/photo/multiethnic-women-having-conflict-at-home-6383198/
- Tekanan untuk Selalu Ada
Dalam hubungan pertemanan yang dekat, sering banget muncul ekspektasi untuk selalu hadir kapan pun kita dibutuhkan. Hal ini membuat hubungan pertemanan jadi terasa seperti sebuah kewajiban yang harus dipenuhi. Meskipun niatnya baik, tekanan kayak gini bisa membuat kita terjebak karena merasa harus terus memberi perhatian dan dukungan. Tanpa adanya ruang untuk istirahat, hubungan pertemanan bisa jadi beban dibandingkan sesuatu yang menyenangkan.
Pertemanan yang sehat seharusnya berjalan dua arah, di mana kedua pihak saling mendukung satu sama lain. Namun, terkadang ada satu pihak yang justru lebih banyak berperan, misalnya selalu jadi pendengar atau selalu berusaha mengerti tanpa mendapat balasan yang sama. Akhirnya, pertemanan yang dulu terasa nyaman malah berubah jadi beban emosional.
- Komunikasi yang Gak Jujur
Terlalu sering menyimpan perasaan sendiri demi menjaga hubungan sebenarnya bisa menjadi masalah tanpa kita sadari. Lama-kelamaan, beban itu bisa jadi semakin berat dan bikin kita lelah secara emosional. Makanya, penting banget untuk bisa jujur sama diri sendiri dan teman tentang apa yang kita rasain.
- Gak Ada Ruang untuk Diri Sendiri