Mengenal Penularan, Gejala, hingga Pencegahan Penyakit Campak
- https://www.freepik.com/free-photo/skin-allergy-person-s-arm_19672645.htm
Kesehatan, VIVA Bali – Campak dikenal sebagai salah satu penyakit yang sering menyerang anak-anak, khususnya bayi dan balita. Kendati dianggap sebagai penyakit yang lumrah dan harus dialami anak sebagai proses kekebalan tubuh, faktanya campak dapat berakibat fatal jika tidak ditangani dengan tepat.
Penularan
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO, campak adalah salah satu penyakit paling menular di dunia. Penularannya melalui kontak dengan cairan hidung atau tenggorokan penderita batuk, bersin atau menghirup udara yang sudah tercemar. Virus dapat tetap aktif dan menular di udara atau permukaan selama hingga dua jam.
Perlu diwaspadai, wabah campak dapat menyebabkan komplikasi serius dan kematian, terutama pada anak-anak yang malnutrisi. Bahkan di negara yang hampir bebas campak, kasus impor dari negara lain masih bisa memicu penularan.
Gejala
Dilansir dari lama resmi Kementerian Kesehatan, campak disebabkan oleh virus yang termasuk dalam genus Morbillivirus dari keluarga Paramyxoviridae, gejala campak biasanya muncul sekitar 10-14 hari setelah terinfeksi. Simak beberapa gejala yang umumnya muncul.
- Demam dengan suhu tubuh bisa mencapai 40 derajat celcius
- Batuk Kering
- Konjungtivitis atau mata merah, lantaran mata bisa menjadi sensitif terhadap cahaya
- Pilek
- Ruam mulai dari wajah dan telinga, kemudian menyebar ke seluruh tubuh
- Bintik koplik yakni bintik-bintik putih kecil di dalam mulut, khususnya di bagian dalam pipi.
Pencegahan
Vaksinasi adalah cara paling efektif untuk mencegah campak. Semua anak harus mendapat vaksin campak, seperti vaksinasi Measles, Mumps, Rubella atau MMR, selain vaksinasi, langkah penting dari lingkungan keluarga seperti mengisolasi anggota keluarga dapat dilakukan untuk mencegah penularan ke anggota keluarga yang lain, terutama bayi dan balita.
Komplikasi
Komplikasi paling sering dialami anak-anak di bawah 5 tahun dan orang dewasa di atas 30 tahun, terutama pada anak yang kekurangan gizi, kekurangan vitamin A, atau memiliki sistem imun lemah misalnya akibat HIV. Campak juga melemahkan sistem imun sehingga tubuh menjadi rentan terhadap berbagai infeksi lain
Lebih lanjut, berikut ini beberapa komplikasi serius yang disebabkan oleh campak.
- Pneumonia merupakan salah satu penyebab kematian utama dari campak
- Otitismedia, yakni nfeksi telinga yang dapat menyebabkan gangguan pendengaran
- Ensefalitis atau peradangan pada otak
- Kerusakan permanen pada mata
- Gangguan pada sistem pencernaan