Pakai Retinol saat Hamil, Amankah untuk Ibu dan Janin?
- Mart Production https://www.pexels.com/id-id/foto/orang-orang-masyarakat-rakyat-manusia-7088531/
Kesehatan, VIVA Bali āKehamilan adalah masa yang penuh perhatian khusus, termasuk dalam hal perawatan diri. Banyak wanita bertanya-tanya mengenai keamanan penggunaan produk perawatan kulit, terutama yang mengandung bahan aktif seperti retinol. Memahami risiko dan memilih alternatif yang aman sangat penting untuk kesehatan ibu dan janin.
Retinol Dan Risiko Kehamilan
Retinol, turunan Vitamin A, dikenal efektif untuk anti-penuaan dan mengatasi jerawat. Namun, penggunaannya selama kehamilan sangat tidak disarankan. Laman kesehatan asing seperti Healthline, dikutip dari panduan keamanan bahan skincare selama kehamilan, menjelaskan bahwa retinoid oral seperti isotretinoin (yang juga turunan Vitamin A) diketahui menyebabkan cacat lahir serius. Meskipun risiko dari retinol topikal (oles) dianggap lebih rendah dibandingkan oral, banyak dokter kulit dan organisasi kesehatan menyarankan untuk menghindarinya selama kehamilan dan menyusui sebagai tindakan pencegahan.
Rekomendasi Pemerintah Dan Pakar Kesehatan
Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), menekankan pentingnya keamanan produk yang digunakan oleh ibu hamil. Laman resmi Kemenkes, dikutip dari pedoman kesehatan ibu hamil, menyarankan konsultasi dengan dokter mengenai penggunaan produk perawatan apa pun selama kehamilan. Pakar dermatologi dan kebidanan, yang sering dikutip di platform kesehatan seperti Halodoc, sepakat bahwa menghindari retinol selama kehamilan adalah langkah yang paling aman. Keputusan ini didasarkan pada potensi risiko, meskipun penelitian mengenai retinol topikal masih terus berkembang.
Alternatif Aman Untuk Perawatan Kulit Saat Hamil
Bagi ibu hamil yang ingin tetap merawat kulitnya, ada banyak alternatif aman yang bisa digunakan. Laman kesehatan asing seperti Mayo Clinic, dikutip dari rekomendasi perawatan kulit selama kehamilan, menyarankan penggunaan bahan-bahan yang lebih aman seperti asam hialuronat untuk hidrasi, vitamin C (dalam bentuk stabil sepertiĀ ascorbic acid) untuk mencerahkan dan antioksidan, serta asam azelaic untuk mengatasi jerawat ringan. Bahan-bahan seperti peptida dan niacinamide juga umumnya dianggap aman untuk digunakan selama kehamilan.