Sistem Filosofi dalam Grebeg Sawal

Grebeg Sawal depan Masjid Gedhe Kauman
Sumber :
  • https://ramadhan.antaranews.com/foto/3501642/grebeg-syawal-1444-h-keraton-yogyakarta

Terjadi penyesuaian antara nilai seni, keagamaan, dan filosofi Jawa melalui Grebeg Sawal. Sistem pelaksanaan Grebeg Sawal akan berbeda dengan pelaksanaan Merti Desa dan Rasulan. Secara penerjemahan kata Grebeg itu berada dalam tata upacara adat yang sama karena Grebeg berasal dari kata Anggrebeg yang bermakna menggiring raja, ratu, pembesar atau pengantin. Namun, secara kontekstual, penerjemahan kata Grebeg itu tergantung contohnya karena dipisah melalui contoh pelaksanaan grebeg seperti Grebeg Sawal, Grebeg Mulud, dll.

img_title Tenun Gringsing, Kain Sakral Bali yang Hanya Ada di Tiga Tempat di Dunia

Seperti yang dikemukakan oleh Pemerintah DIY (2012) “Grebeg berasal dari kata Grebe, Gerbeg. Grebeg dalam bahasa jawa bermakna suara angin. Kata dalam bahasa Jawa Anggrebeg, mengandung makna menggiring Raja, pembesar atau pengantin”.