Tenun Gringsing, Kain Sakral Bali yang Hanya Ada di Tiga Tempat di Dunia

Close-up tangan menenun kain tradisional Gringsing di Tenganan, Bali
Sumber :
  • https://www.pexels.com/id-id/foto/tenun-gringsing-tradisional-bali-di-tenganan-35436953/

Budaya, VIVA Bali –Desa Tenganan Pegringsingan di Kabupaten Karangasem, Bali, tidak hanya dikenal lewat tradisi Perang Pandan, tetapi juga lewat sehelai kain tenun yang nilainya bisa mencapai ratusan juta rupiah, yaitu Tenun Gringsing. Berdasarkan laman resmi indonesia.go.id, kain ini merupakan salah satu warisan budaya kuno Bali yang hingga kini masih bertahan dan terus diproduksi secara tradisional oleh masyarakat setempat.

img_title Sistem Kayu Songga dalam Kebudayaan Mbojo

Teknik Ikat Ganda yang Langka di Dunia

Keistimewaan utama Tenun Gringsing terletak pada teknik pembuatannya yang disebut ikat ganda atau double ikat, yaitu proses pewarnaan benang pakan maupun benang lungsin yang harus melalui tahap perintangan warna dengan metode pengikatan sebelum ditenun. Menurut penjelasan yang termuat di indonesia.go.id, teknik yang rumit ini hanya dikuasai oleh 3 negara di dunia, yakni Indonesia, India, dan Jepang.

img_title Sistem Bahasa Halus di Provinsi Kalimantan Timur

Di Indonesia sendiri, teknik tenun ikat ganda ini hanya dapat ditemukan di Desa Tenganan, menjadikan Gringsing sebagai satu-satunya kain dengan teknik tersebut di Tanah Air. Kelangkaan inilah yang membuat kain ini begitu bernilai tinggi, baik dari sisi budaya maupun ekonomi bagi masyarakat penenunnya.

Makna Filosofis dan Kekuatan Magis

img_title Sistem Filosofi dalam Layang-layang Jaipur

Nama Gringsing dipercaya berasal dari gabungan kata gring yang berarti sakit dan sing yang berarti tidak, sehingga secara harfiah bermakna tanpa penyakit. Disebutkan dalam laman indonesia.go.id, masyarakat Bali meyakini kain ini memiliki kekuatan magis yang mampu melindungi pemakainya dari bala atau kesialan, sehingga kerap digunakan dalam berbagai upacara adat penting.

Motif kain Gringsing turut memiliki makna filosofis mendalam, salah satunya motif lubeng yang dianggap paling dihormati di antara puluhan motif kuno lainnya, seperti sanan empeg, cecempakaan, dan teteledan. Sebagaimana diberitakan indonesia.go.id, kain bermotif lubeng bahkan telah diabadikan dalam desain uang kertas pecahan Rp75.000 sebagai bentuk pengakuan terhadap nilai budayanya yang tinggi.

Proses Pembuatan yang Memakan Waktu Bertahun-tahun

Membuat sehelai kain Tenun Gringsing bukanlah proses yang instan, sebab dibutuhkan ketelitian dan kesabaran tinggi dari para penenun. Merujuk pada laman kemenparekraf.go.id, proses pembuatan satu lembar kain Gringsing dapat memakan waktu hingga bertahun-tahun, mulai dari tahap pengikatan benang, pewarnaan alami, hingga proses menenun yang dilakukan secara manual oleh para perajin di Desa Tenganan.

Halaman Selanjutnya
img_title