Kok Makin Dewasa Makin Capek Ambil Keputusan? Kenali Fenomena Decision Fatigue
- https://l1nk.dev/ydxml8z
Lifestyle, VIVA Bali –Pernah merasa bingung hanya karena harus memilih menu makan siang, menentukan pakaian yang akan dipakai, atau memutuskan pekerjaan mana yang harus diselesaikan lebih dulu? Jika iya, bisa jadi Anda sedang mengalami decision fatigue atau kelelahan dalam mengambil keputusan.
Istilah decision fatigue mengacu pada kondisi ketika kemampuan seseorang untuk membuat keputusan menurun setelah dihadapkan pada terlalu banyak pilihan dalam satu hari. Meski terdengar sepele, fenomena ini cukup umum terjadi, terutama di kalangan mahasiswa, pekerja, hingga pelaku usaha yang setiap harinya harus mengambil berbagai keputusan, baik yang sederhana maupun yang penting. Dilansir dari klikdokter.com.
Dalam kehidupan sehari-hari, seseorang sebenarnya membuat puluhan hingga ratusan keputusan, mulai dari memilih pakaian, menentukan rute perjalanan, membalas pesan, hingga mengambil keputusan terkait pekerjaan. Semakin banyak keputusan yang harus dibuat, semakin besar pula energi mental yang digunakan. Akibatnya, di penghujung hari seseorang bisa merasa sulit berpikir jernih atau cenderung memilih jalan yang paling mudah.
Kondisi ini juga semakin diperparah dengan perkembangan teknologi. Beragam pilihan yang tersedia di media sosial, aplikasi belanja, layanan hiburan, hingga platform digital membuat otak terus-menerus memproses informasi. Alih-alih mempermudah, terlalu banyak pilihan justru dapat membuat seseorang merasa kewalahan dan sulit menentukan keputusan terbaik.
Beberapa tanda seseorang mengalami decision fatigue antara lain mudah menunda pekerjaan, sulit menentukan pilihan meski untuk hal sederhana, merasa cepat lelah saat harus berpikir, menjadi lebih impulsif, atau justru menghindari mengambil keputusan sama sekali. Tidak jarang, kondisi ini juga membuat seseorang merasa kurang produktif dan mudah kehilangan fokus.
Meski bukan merupakan gangguan kesehatan mental, decision fatigue dapat memengaruhi kualitas hidup apabila dibiarkan terus-menerus. Karena itu, penting untuk mengelola energi mental agar kemampuan mengambil keputusan tetap terjaga.
Ada beberapa cara sederhana yang dapat dilakukan untuk mengurangi decision fatigue. Salah satunya adalah membuat rutinitas harian. Dengan memiliki jadwal yang teratur, seseorang tidak perlu terus-menerus memikirkan keputusan kecil, seperti menentukan waktu olahraga, jam makan, atau kapan mulai bekerja.