Sistem Hukum Adat dalam Tradisi Batumbang Apam

Tradisi Batumbang Apam, Kalimantan Selatan
Sumber :
  • https://daerah.tvrinews.com/berita/t09joyo-

Tradisi, VIVA Bali –Sistem Adat terukir untuk kemurnian identitas. Sistem adat tidak hanya mengajarkan hubungan orang tua dengan anak dan yang lebih muda menurut agama. Tetapi hukum adat dalam menjaga alam dari adat dan agama. Menjaga kemurnian jalan peribadatan adalah kemurnian yang dapat memimpin jalan hidup dari kegiatan pertama mencapai tujuan.

img_title Menikmati Eksotisme Pesisir Sambil Menyaksikan Sakralnya Tradisi Petik Laut

Sebelum Indonesia merdeka, terdapat kerajaan dan kesultanan yang mengumumkan undang-undang yang dikaji dari kondisi alam dan cara menggunakan sumber daya alam untuk keperluan sehari-hari dan pelajaran kerohanian. Sebagai contoh, Kerajaan Banjar yang didirikan di Muara Sungai Kuin, Kalimantan Selatan yang mana tidak dikenali melalui Yang Mulia Raja yang bertakhta semata.

Ketika Kerajaan Banjar beralih ke zaman Islam, maka bertambah sistem regulasi dalam Kesultanan Banjar. Diumumkan oleh Sahriansyah (2015) “Sejak awal abad ke-16 berdirilah Kesultanan Banjar yang bertindak sebagai wakil Kesultanan Demak di Kalimantan, sedangkan Demak adalah penerus Majapahit”.

img_title Sistem Adat dalam Pakaian Bagajah Gamuling Baular Lulut

Budaya juga terbentuk dari sejarah peralihan sistem adat di masyarakat. Begitu juga dengan budaya spiritual di Tanah Banjar yang di luar Istana Kesultanan Banjar. Kesultanan Banjar memiliki catatan sejarah bahwa komoditas Lada mendominasi sejarah dalam Masa Kejayaan Kesultanan Banjar.

Ditemukan oleh Sahriansyah (2015) “Kesultanan Banjar mulai mengalami masa kejayaan pada dekade pertama abad ke-17 dengan lada sebagai komoditas dagang, secara praktis barat daya, tenggara dan timur pulau Kalimantan membayar upeti pada kerajaan Banjarmasin”. Unsur sejarah kedatangan migran-migran pulau Jawa mewarnai kebudayaan Tanah Banjar.

img_title Sistem Adat dalam Cagar Budaya Kepulauan Mentawai

Diuraikan oleh Sahriansyah (2015) “Sesudah tahun 1637 terjadi migrasi dari pulau Jawa secara besar-besaran sebagai akibat dari korban agresi politik Sultan Agung”. Disimpulkan oleh Sahriansyah (2015) “Kedatangan imigran dari Jawa mempunyai pengaruh yang sangat besar sehingga pelabuhan-pelabuhan di pulau Kalimantan menjadi pusat difusi kebudayaan Jawa”.

Identitas Tradisi Batumbang Apam Khas Kalimantan Selatan

Identitas tradisi religius di Kalimantan Selatan berisi filosofi adat dan Agama Islam Ahlussunah Wal Jamaah. Filosofi adat ini terdapat dalam Tradisi Batumbang Apam. Menurut sejarah, Tradisi Batumbang Apam di Kalimantan Selatan dilaksanakan dengan sistem pilihan masjid yang sering dipilih umat Islam untuk Sholat Jumat. Dijawab oleh Listiana (2026) “Menurut sejarah dan kebiasaan masyarakat paling banyak, Tradisi Batumbang Apam dilaksanakan berdasarkan masjid di mana orang tua anak mereka sering sholat Jumat dan sekarang mulai menjadi perhatian bahwa pemerintah daerah mencoba memperkenalkan tradisi yang berupa akulturasi budaya ini ke dalam acara bersama”.

Halaman Selanjutnya
img_title