Sistem Bahasa Lintang dari Sumatera Bagian Selatan
- https://kalsel.antaranews.com/berita/95416/merawat-tradisi-sedekah-serabi-empat-lawang
Adat, VIVA Bali –Sistem Adat terukir dari akulturasi juga. Adat istiadat menjawab juga mengenai semangat budi pekerti. Adat istiadat memiliki karya adat istiadat yang tertuang dalam bahasa tradisional. Filosofi adat berfungsi untuk kearifan lokal dan adaptasi untuk menyelesaikan masalah yang dialami masyarakat. Bahasa daerah dipakai juga dalam penerjemahan naskah sebelum dikaji oleh masyarakat dalam menyelesaikan masalah sehari-hari.
Peran filosofi adat dalam percakapan adat istiadat menjadi sistem bahasa suku yang dilestarikan. Filosofi adat menunjukkan jejak pengaruh bahasa dan makna yang dirawat dan dilestarikan. Bahasa daerah dilestarikan dengan memahami unsur sejarah oleh peneliti. Unsur sejarah ini ditemukan dalam Bahasa Lintang yang berasal dari penduduk Sumatera Bagian Selatan, Jemo Lintang di Provinsi Sumatera Selatan.
Bahasa Lintang dirawat dalam beberapa dokumentasi dan pelestarian Bahasa Lintang. Dilansir dari Frigustini, Erlansari, dan Andreswari (2018) Diperlukan upaya dengan membuat dokumentasi untuk menjaga, merawat, dan melestarikan bahasa Lintang agar tidak hilang sebagai salah satu bahasa daerah di Indonesia. Mereka (2018) mengungkapkan salah satu tekat pelestarian bahasa Lintang berupa diktat yang disusun oleh Tuan Sultan Bustari, karena keprihatinan beliau tentang bahasa Lintang dan kosa katanya.
Bahasa Lintang ini dituturkan dalam pelestarian bahasa Lintang, acara adat, acara kampung, maupun bahasa sehari-hari masyarakat. Kamus bahasa Lintang sedang diperjuangkan dengan berbagai cara. Dianalisis oleh Frigustini, Erlansari, dan Andreswari (2018) Kamus ini terbatas keberadaannya karena masih berupa diktat dan belum ada yang dicetak untuk dijual secara umum.
Frigustini, Erlansari, Desi Andreswari (2018) menyimpulkan sehingga tekat bulat membuat Aplikasi kamus berbasis Android ini supaya memberikan kemudahan bagi pengguna dalam mencari arti kata bahasa Lintang ke bahasa Indonesia yang praktis kapanpun dan di manapun melalui gawai pintar.
Latar Belakang Bahasa Lintang
Pengaruh bahasa lain pada bahasa Suku Lintang tertuang dalam Bahasa Lintang. Kabupaten Empat Lawang, Sumatera Selatan terdapat Sungai Lintang Kiri dan Lintang Kanan yang terdapat kebudayaan Suku Lintang. Dibahas dari Revika (2025) bahwa Suku Lintang merupakan satu kelompok sosial yang berdiam pada sekitar Sungai Lintang, yaitu Sungai Lintang Kiri dan Sungai Lintang Kanan, di Kabupaten Empat Lawang, Provinsi Sumatera Selatan. Revika (2025) menunjukkan bahwa nama daerah Lintang diberikan karena Sungai Lintang terletak melintang di alur Sungai Musi sebelum Kota Palembang atau daerah Iliran sehingga penduduk setempat menyebut diri mereka Jemo Lintang, yang artinya “Orang Lintang”.