Sistem Adat Negeri Haruku dalam Tradisi Sasi Lompa

Tradisi Sasi, Kabupaten Maluku Tengah
Sumber :
  • https://ambon.antaranews.com/berita/125553/menjaga-sumber-daya-laut-maluku-dengan-tradisi-sasi

Budaya, VIVA BaliSistem Adat terukir untuk menyelesaikan masalah pelestarian lingkungan. Sistem Adat yang dibentuk dari pelajaran di lautan adalah sistem yang membudidayakan kebersihan lingkungan. Lama-kelamaan sistem adat menjelaskan kearifan lokal yang sarat akan renungan. Hukum adat berkata suatu tempat diatur dari darat dan perairan. Hukum adat berkata dalam makna adat istiadat. Adat istiadat menjawab juga mengenai identitas budaya.

img_title Sistem Kayu Songga dalam Kebudayaan Mbojo

Identitas budaya tak selalu berbentuk resep. Selain dikenakan dalam Upacara Adat atau  resmi dalam wilayah ulayat. Adat istiadat memiliki filosofi hukum keseimbangan yang tertuang sebelum dan saat tradisi dibuka. Filosofi adat berfungsi untuk memberi gambaran kekayaan alam untuk menyelesaikan masalah yang dialami masyarakat. Filosofi Adat juga bercerita mengenai evaluasi dari alam selain jin, dan manusia. Filosofi adat terukir di darat dan di laut menjadi upacara.

Hukum adat kadang berlaku menurut kerajaan. Tetapi hukum adat kadang berlaku sebagai hukum adat dalam Desa Adat. Peran filosofi adat dalam kenduri laut menjadi sistem adat dalam struktur masyarakat suatu desa adat. Makna Hukum Adat juga mengandung unsur sejarah dalam kearifan lokal. Unsur sejarah ini ditemukan dalam Tradisi Sasi Lompa di Negeri Haruku, Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku. Upacara adat Maluku ini menjunjung tinggi hak ulayat laut.

img_title Sistem Bahasa Halus di Provinsi Kalimantan Timur

Kearifan lokal dalam tradisi ini adalah identitas tradisi ini bergantung pada profesi masyarakat dan kekayaan laut. Diumumkan oleh Ayal (2022) Wilayah itu disebut ‘hak ulayat laut’, merupakan wilayah komunal adat untuk melindungi sumber daya di dalamnya. Dijelaskan oleh Ayal (2022) “Sasi merupakan tradisi kolektif masyarakat adat Maluku dan Papua untuk memberlakukan pelarangan terhadap pengambilan hasil panen dalam jangka waktu tertentu”.

Sistem Adat dan Nama Ikan dalam Tradisi Sasi Lompa

img_title Tenun Gringsing, Kain Sakral Bali yang Hanya Ada di Tiga Tempat di Dunia

Aturan adat Negeri Haruku, Kabupaten Maluku Tengah dalam mengucap syukur dan pelaksanaan hukum hak ulayat laut tertuang dalam Tradisi Sasi Lompa Negeri Haruku. Tradisi ini dianalisis sudah ada sejak zaman sebelum kemerdekaan Indonesia dalam sejarah masyarakat, para komunitas nelayan, dan Kabupaten Maluku Tengah. Hukum Adat juga menjawab paham kehidupan yang memberi pelajaran hidup tentang berbuat baik dan cara menangkap ikan tanpa bahan beracun di laut dalam. Kejadian selamat dari badai laut dan kapal karam adalah syukur yang dinilai dalam Prosesi Sasi Lompa. Tahun 1600, Tradisi Sasi Lkmpa dimulai dan berdasarkan hak ulayat laut di Negeri Haruku, Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku. Diutarakan oleh Alay (2022) “Sasi Lompa Haruku sudah dilakukan sejak tahun 1600”.

Halaman Selanjutnya
img_title