Sistem Taat Adat dalam Hukum Adat Dayak Maanyan
- https://kalsel.antaranews.com/berita/422875/mengenal-isiru-ngume-wungkur-membuka-lahan-ladang-ala-dayak
Budaya, VIVA Bali –Sistem Adat terukir untuk tujuan hidup yang diambil dari paham ketuhanan. Adat menjawab juga mengenai kuasa Tuhan Yang Maha Menciptakan. Filosofi adat berfungsi untuk memberi contoh dan contoh gotong royong terbaru untuk menyelesaikan masalah yang dialami masyarakat. Filosofi adat Taat Adat ini ditemukan dalam Upacara Kematian Dayak Maanyan di Pulau Kalimantan, dan Tradisi Isiru Ngume Wungkur Kabupaten Tabalong, Provinsi Kalimantan Selatan. Agama asli Dayak Maanyan mengajarkan Tuhan memiliki kekuasaan tertinggi atau hak prerogatif. Dilansir dari Effrata (2022) Kepercayaan Asli Dayak Maanyan Tuhan disebut Talamana Tuah Hukat (Alatala) sebagai penguasa tertinggi, membawa keselamatan dan kehidupan.
Sistem Adat dalam Paham Ketuhanan
Aturan adat Dayak Maanyan dalam bergotong royong hingga tujuan tertinggi tertuang dalam upacara adat kematian. Bukan masalah prinsip pemikiran manusia berumur tua dan muda. Hukum Adat juga menjawab paham kehidupan yang memberi pelajaran hidup tentang ampunan, dan surga. Keimanan menuntun manusia menuju surga. Dilansir dari Effrata (2022) bahwa Asal Mula dari “Tutur Mula Alah” maka penciptaan alam semesta, termasuk manusia, hewan, dan segala isinya dijadikan serempak pada satu saat. Tuha Hukat Talamana mendiami langit lapis ke-10. Sedangkan Sawalang Gantung di lapisan langit ke-8 dan ke-9. Effrata (2022) mengujarkan nama Tuhan dalam agama asli Dayak Maanyan, Tuha Hukat Talamana menurunkan Sawalang Gantung ke bumi dan kawin dengan Ungkup Batu, beranak dua belas orang dan menjadi dewa.
Sistem taat adat adalah rangkaian sistem budaya yang mengantarkan ruh hingga Datu Tunjung dalam agama asli Dayak Maanyan. Taat adat di sini adalah bukan tertuju kepada makna tertib dalam beribadah dalam Ajaran Agama Asli Dayak Maanyan. Dilansir Effrata (2022) Hanya dengan ketaatan dan kepatuhan di atas dapat bekerja dengan tenteram tanpa halangan di dunia hingga meninggal, sehingga arwah dapat mencapai ke Datu Tunjung atau Alatala. Contoh taat adat ini dilaksanakan dalam upacara kematian masyarakat adat Dayak Maanyan beberapa hari khususnya Pulau Kalimantan.