Mengenal 5 Ritual Sakral Tolak Bala Suku Bugis
- https://www.instagram.com/p/DCjb8bxS_jv/?igsh=MXRrMmp5amM2dTI3Yw==
3. Mappano
Tradisi Mappano merupakan bentuk penghormatan kepada leluhur dan sekaligus ritual membuang kesialan. Prosesi ini mengandung nilai spiritual yang dalam, karena masyarakat Bugis percaya bahwa kesejahteraan manusia tidak terlepas dari restu dan keberkahan arwah nenek moyang.
Ritual dilakukan dengan menyiapkan sesajen berupa telur rebus, daun sirih, pisang, dan nasi ketan empat warna (putih, kuning, merah, dan hitam). Warna-warna ini melambangkan empat arah mata angin yang mencerminkan keseimbangan kosmos.
4. Bubur Asyura
Bubur Asyura merupakan tradisi yang dilakukan setiap tanggal 10 Muharram dalam kalender Islam. Meski berakar dari ajaran Islam, praktik ini telah berakulturasi dengan nilai-nilai lokal Bugis sebagai bentuk tolak bala, rasa syukur, dan kebersamaan sosial.
Warga Bugis akan membeli barang baru, terutama yang diawali huruf p dalam bahasa Bugis (seperti pejje berarti garam), sebagai simbol pembaruan rezeki.
Selain itu, masyarakat memasak bubur dengan berbagai bahan hasil bumi dan membagikannya kepada anak yatim-piatu serta tetangga. Tindakan berbagi ini dimaknai sebagai cara menghapus bala dan menebarkan keberkahan.
5. Maccera’ Bola
Maccera’ Bola (atau Menre’ Bola Baru) adalah ritual tolak bala yang dilakukan saat rumah baru selesai dibangun. Upacara ini bertujuan memohon keselamatan dan keberkahan bagi rumah serta penghuninya.
Ritual dipimpin oleh tetua adat dan melibatkan keluarga besar serta masyarakat sekitar. Seekor ayam atau hewan kecil disembelih sebagai simbol pengorbanan dan penyucian rumah dari pengaruh roh jahat. Darah hewan dipercaya memiliki kekuatan spiritual untuk menolak energi negatif.