Prosesi Pernikahan Adat Minangkabau, Urutan dan Tata Caranya

Prosesi Pernikahan Adat Minangkabau.
Sumber :
  • https://m.antaranews.com/berita/4224943/prosesi-pernikahan-adat-minang-ini-urutan-dan-tata-caranya

Tradisi, VIVA Bali –Pernikahan adat Minangkabau memiliki keunikan tersendiri karena menganut sistem matrilineal, di mana garis keturunan ditarik dari pihak perempuan. Dalam adat Minang, pernikahan bukan hanya menyatukan dua insan, tetapi juga dua keluarga besar yang terikat oleh adat dan budaya. Setiap tahapan dilaksanakan dengan penuh makna serta menjunjung tinggi nilai musyawarah dan penghormatan kepada ninik mamak.

img_title Sistem Adat dalam Pengobatan Sikerei Pulau Siberut

1. Maresek

Prosesi pernikahan adat Minangkabau diawali dengan maresek, yaitu tahap perkenalan awal antara keluarga calon pengantin perempuan dengan pihak laki-laki. Pada tahap ini, keluarga perempuan “meresek” atau mencari informasi mengenai latar belakang calon mempelai pria, mulai dari silsilah keluarga hingga kepribadiannya.

img_title Sistem Adat dalam Sejarah Tari Luruk Taggai

2. Maminang

Berbeda dengan adat lain, dalam pernikahan adat Minang justru pihak perempuan yang datang melamar pihak laki-laki. Prosesi ini disebut maminang. Rombongan keluarga perempuan mendatangi rumah calon mempelai pria dengan membawa sirih sebagai simbol kesungguhan dan penghormatan.

img_title Mengenal Tradisi Pacu Jalur Riau, Perlombaan Perahu Warisan Budaya yang Mendunia

3. Batimbang Tando

Setelah lamaran diterima, dilanjutkan dengan batimbang tando, yaitu pertukaran tanda ikatan antara kedua keluarga. Biasanya berupa cincin atau benda pusaka keluarga. Tahap ini menandakan bahwa kedua calon pengantin telah resmi terikat dan tidak boleh dipinang pihak lain.

4. Mahanta Siriah

Mahanta siriah merupakan prosesi meminta restu kepada para mamak (paman dari pihak ibu) dan keluarga besar. Calon pengantin pria akan diperkenalkan secara resmi kepada kaum kerabat perempuan, sebagai bentuk penghormatan dan permohonan izin untuk melangsungkan pernikahan.

5. Babako-babaki

Prosesi babako-babaki adalah bentuk dukungan keluarga ayah kepada anak perempuan. Keluarga bako (pihak ayah) memberikan bantuan berupa perlengkapan pengantin, emas, atau biaya pesta. Prosesi ini menjadi simbol kasih sayang dan tanggung jawab keluarga bako.

6. Malam Bainai

Malam bainai dilaksanakan pada malam sebelum akad nikah. Pada prosesi ini, kuku calon pengantin perempuan dihias dengan daun inai sebagai simbol penyucian diri dan doa agar rumah tangga kelak dipenuhi keberkahan serta kebahagiaan.

7. Akad Nikah

Akad nikah merupakan puncak dari prosesi pernikahan adat Minangkabau. Biasanya dilaksanakan di rumah pengantin perempuan atau di masjid. Setelah ijab kabul sah, kedua mempelai resmi menjadi suami istri menurut agama dan adat.

Halaman Selanjutnya
img_title