Pemprov NTB dan Unram Bersinergi Percepat Pengentasan Kemiskinan Lewat Desa Berdaya
- https://unram.ac.id/wp-content/uploads/202
Menurut Gubernur yang akrab disapa Miq Iqbal tersebut, keberadaan akademisi akan memberikan perspektif ilmiah dalam menyusun strategi pembangunan desa. Setiap kebijakan maupun program pemberdayaan masyarakat dapat dirancang berdasarkan potensi dan kebutuhan masing-masing desa sehingga pelaksanaannya menjadi lebih efektif.
Program Desa Berdaya sendiri menempatkan desa sebagai pusat pertumbuhan ekonomi. Pemerintah ingin setiap desa mampu mengembangkan keunggulan lokal yang dimiliki, baik di sektor pertanian, peternakan, perikanan, pariwisata, industri kreatif maupun usaha mikro. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat pembangunan, tetapi juga menjadi pelaku utama yang menggerakkan roda perekonomian desa.
Selain meningkatkan pendapatan masyarakat, pendekatan tersebut juga diharapkan mampu membuka lapangan pekerjaan baru, mengurangi angka pengangguran, serta menekan laju urbanisasi. Desa diharapkan berkembang menjadi wilayah yang produktif dan memiliki daya saing tinggi tanpa harus bergantung sepenuhnya pada bantuan pemerintah.
Di sisi lain, Universitas Mataram menyambut baik ajakan kolaborasi dari Pemerintah Provinsi NTB. Rektor Universitas Mataram, Prof. Sukardi, menegaskan bahwa Program Profesor Berdampak memang dirancang untuk menghadirkan kontribusi nyata perguruan tinggi dalam pembangunan daerah.
Melalui program tersebut, para profesor akan melakukan pendampingan secara berkelanjutan kepada desa binaan sesuai dengan bidang keahlian masing-masing. Pendampingan tersebut tidak hanya mencakup aspek ekonomi, tetapi juga peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan kelembagaan desa, pengelolaan lingkungan, hingga pemanfaatan teknologi tepat guna.
Prof. Sukardi menilai kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi NTB akan memperluas manfaat Program Profesor Berdampak. Dengan dukungan pemerintah daerah, berbagai rekomendasi hasil penelitian akademik dapat lebih mudah diterapkan dalam kebijakan maupun program pembangunan yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.
Sinergi antara pemerintah dan perguruan tinggi ini juga diharapkan mampu menciptakan model pembangunan desa yang berbasis ilmu pengetahuan. Setiap persoalan yang muncul di lapangan dapat dianalisis secara ilmiah sehingga solusi yang diberikan menjadi lebih tepat sasaran dan berkelanjutan.
Selain melibatkan para profesor, Gubernur NTB juga berharap mahasiswa Universitas Mataram dapat mengambil bagian melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN). Kehadiran mahasiswa di desa dinilai mampu memperkuat implementasi berbagai program pemberdayaan sekaligus menjadi media pembelajaran langsung mengenai pembangunan masyarakat.