Kisruh Pembayaran Gaji Karyawan, Dinkes Mataram Pastikan Layanan Rumah Sakit Risa Sentra Medika Tetap Beroperasi
- Ramli Ahmad/ VIVA Bali
Mataram, VIVA Bali –Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram, dr. Emilrald Isfahan, memastikan operasional Rumah Sakit Risa Sentral Medika tetap berjalan meskipun terdapat polemik terkait pembayaran gaji karyawan. Hal ini diungkapkan setelah dirinya melakukan inspeksi langsung ke rumah sakit tersebut bersama dengan pihak Dinas Ketenagakerjaan.
Menurutnya, inspeksi tersebut dilakukan untuk memastikan layanan kepada masyarakat tidak terganggu.
"Kami ingin memastikan operasional rumah sakit Risa Sentral Medika ini berjalan atau tidak. Kalaupun berjalan, kami ingin memastikan pelayanannya itu sesuai standar atau tidak," jelas dr. Emilrald, Rabu 8 Juli 2026.
Dari hasil pengecekan di lapangan, dinas kesehatan menemukan pelayanan IGD masih berjalan dengan normal, ketersediaan obat-obatan tercukupi, penjadwalan operasi masih dapat dilakukan, serta sistem manajemen untuk pengadaan obat-obatan tertentu masih berjalan dengan baik.
"Ketersediaan dokter juga masih ada. Jadi, kami lihat dan itu ternyata masih bisa berjalan," katanya.
Lebih lanjut, permasalahan yang terjadi merupakan urusan internal antara pekerja dengan pihak manajemen. Namun demikian, dirinya meminta pihak manajemen rumah sakit untuk membuat komitmen tertulis bahwa pelayanan kepada pasien tidak akan diabaikan.
"Saya meminta kehadiran dari pihak manajemen rumah sakitnya sendiri, kemudian dari syarikat pekerjaan, termasuk juga menghadirkan satuan pemeriksa internalnya," papar dr. Emilrald.
Dalam pertemuan tersebut, dr. Emilrald juga meminta pihak manajemen untuk melaporkan progres pelaksanaan pembayaran hak-hak tenaga kerja.
"Saya meminta bahwa kami ditembuskan bahwa mereka sudah melakukan pembayaran sesuai dengan jadwal," tegas dr. Emilrald.
Tak hanya itu, dr. Emilrald juga meminta pihak rumah sakit untuk transparan mengenai layanan yang tersedia. Ia tidak ingin masyarakat datang jauh-jauh namun kemudian menemukan layanan yang kosong.
"Saya minta supaya rumah sakit itu transparan, menyampaikan itu kepada publik, kepada masyarakat, termasuk juga kepada Dinas Kesehatan dan BPJS. Jadi nanti mana yang tidak ada pelayanannya itu akan kami coret dan tidak akan dibayarkan oleh BPJS," jelas dr. Emilrald.
Sebagai bentuk keseriusan RS Risa Sentra Medika, dr. Emilrald sudah menerima surat pernyataan komitmen dari pihak manajemen rumah sakit. Dengan melihat kondisi tersebut, ia memastikan pelayanan operasional rumah sakit di Mataram masih bisa terus berjalan.