Bukan Lagi Sekadar Gaya, Kenapa Smartwatch Makin Jadi Andalan Anak Muda untuk Jaga Kesehatan?
- https://rri.co.id/lhokseumawe/iptek/1863799/jam-tangan-pintar-kini-jadi-asisten-kesehatan-digital
Lifestyle, VIVA Bali –Dulu, smartwatch mungkin lebih sering dipandang sebagai aksesori keren untuk melengkapi penampilan. Kini, fungsinya mulai bergeser menjadi “teman” yang ikut menemani aktivitas sehari-hari, terutama bagi anak muda yang semakin sadar dengan kesehatan dan kebugaran. Dari menghitung langkah, memantau kualitas tidur, melihat detak jantung, hingga mencatat aktivitas olahraga, berbagai data tersebut membuat pengguna lebih mudah mengetahui kebiasaan tubuhnya tanpa harus selalu membuka ponsel.
Antaranews.com mencatat bahwa penggunaan smartwatch di Indonesia semakin didorong oleh kebutuhan untuk memantau kesehatan, olahraga, dan aktivitas harian. Data Counterpoint Research pada kuartal pertama 2026 juga menunjukkan pengiriman smartwatch global tumbuh 4 persen secara tahunan, sementara sejumlah pengguna di Indonesia mengaku terbantu dengan fitur seperti pemantauan langkah, kualitas tidur, GPS, pengingat aktivitas, hingga target harian. Perangkat ini bahkan mulai dipandang sebagai bagian dari gaya hidup berbasis data karena pengguna bisa melihat kondisi dan kebiasaan tubuh secara lebih real-time.
Menariknya, kebiasaan menggunakan smartwatch tidak hanya berkaitan dengan keinginan untuk terlihat lebih modern. Bagi sebagian pengguna, angka yang muncul di layar justru menjadi pengingat kecil untuk bergerak lebih banyak. Ketika melihat jumlah langkah masih sedikit, misalnya, seseorang bisa terdorong untuk berjalan kaki atau melakukan aktivitas fisik sebelum hari berakhir. Begitu pula dengan fitur pengingat berdiri, target olahraga, maupun pemantauan tidur yang membuat pengguna lebih sadar terhadap rutinitasnya.
Perkembangan teknologi smartwatch juga semakin membuat perangkat ini terasa personal. Sejumlah model terbaru telah menawarkan fitur pemantauan kesehatan dan kebugaran yang semakin beragam, termasuk analisis tidur, detak jantung, aktivitas olahraga, hingga fitur berbasis kecerdasan buatan. Sejumlah smartwatch terbaru 2026 hadir dengan teknologi yang dirancang untuk membantu pengguna memahami aktivitas dan kondisi tubuhnya melalui data yang dikumpulkan perangkat.
Namun, semakin banyak data kesehatan yang ditampilkan bukan berarti semua angka tersebut harus dianggap sebagai diagnosis medis. Akurasi sensor smartwatch dapat berbeda-beda, sehingga hasil pengukuran sebaiknya dipandang sebagai informasi pendukung, bukan pengganti pemeriksaan tenaga kesehatan. Hal ini juga menjadi salah satu tantangan yang disoroti dalam perkembangan perangkat wearable saat ini.