Obesitas & Gaya Hidup Modern, Tantangan Kesehatan di Era Digital

Ilustrasi seorang wanita dengan obesitas
Sumber :
  • https://rri.co.id/kesehatan/1146435/ketahui-ukuran-tubuh-ideal-untuk-hindari-obesitas

Kesehatan, VIVA Bali – Obesitas kini menjadi salah satu masalah kesehatan terbesar di dunia. Menurut data World Health Organization (WHO), jumlah penderita obesitas meningkat lebih dari tiga kali lipat sejak tahun 1975. Tidak hanya di negara maju, fenomena ini juga mulai mengkhawatirkan di negara berkembang, termasuk Indonesia. Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 menunjukkan prevalensi obesitas pada orang dewasa di Indonesia meningkat signifikan, dari 10,5% pada 2007 menjadi lebih dari 21,8% pada 2018. Angka ini diperkirakan terus naik seiring dengan perubahan gaya hidup masyarakat modern.

Gaya Hidup Modern Pemicu Obesitas

Kontrol Gula Darah Lebih Baik, Pilih Semangka atau Nanas?

Pola hidup serba cepat dan instan seringkali membuat orang lebih memilih makanan praktis, seperti makanan cepat saji, makanan olahan, dan minuman manis berkalori tinggi. Kemudahan layanan pesan antar juga turut mendorong masyarakat mengonsumsi makanan kurang sehat tanpa perlu keluar rumah.

Selain pola makan, gaya hidup sedentari (minim aktivitas fisik) juga menjadi faktor utama. Pekerjaan yang mengharuskan duduk berjam-jam di depan komputer, ditambah kebiasaan menghabiskan waktu dengan gawai, membuat aktivitas fisik semakin terbatas. Akibatnya, kalori yang masuk ke tubuh tidak sebanding dengan kalori yang dibakar, sehingga menumpuk menjadi lemak.

Simak! 7 Mitos Olahraga yang Salah Kaprah dan Faktanya

Fenomena ini diperparah dengan kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya olahraga. Banyak orang merasa tidak punya waktu untuk berolahraga karena kesibukan, padahal aktivitas fisik sederhana seperti berjalan kaki 30 menit sehari atau naik tangga sudah cukup membantu membakar kalori.

Risiko Kesehatan dari Obesitas

Obesitas bukan sekadar persoalan penampilan fisik, tetapi juga ancaman serius bagi kesehatan. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa obesitas meningkatkan risiko terkena penyakit tidak menular (PTM), seperti:

Pakai Retinol saat Hamil, Amankah untuk Ibu dan Janin?

1. Diabetes Tipe 2: Kelebihan lemak tubuh membuat insulin tidak bekerja optimal sehingga kadar gula darah meningkat.

2. Hipertensi dan Penyakit Jantung: Lemak berlebih bisa menumpuk di pembuluh darah dan meningkatkan tekanan darah.

3. Stroke: Risiko stroke lebih tinggi pada penderita obesitas karena aliran darah ke otak dapat terganggu.

4. Gangguan Pernapasan & Tidur: Obesitas sering dikaitkan dengan sleep apnea, yaitu gangguan pernapasan saat tidur.

5. Kanker Tertentu: Studi medis menemukan hubungan obesitas dengan meningkatnya risiko kanker payudara, usus besar, dan rahim.

Selain penyakit fisik, obesitas juga berdampak pada kesehatan mental. Banyak penderita obesitas mengalami penurunan rasa percaya diri, stres, hingga depresi akibat stigma sosial yang melekat.

Hidup Sehat di Era Digital

Mengatasi obesitas bukan perkara instan, tetapi perlu perubahan gaya hidup secara bertahap. Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:

1.      Mengatur Pola Makan Sehat

Kurangi konsumsi gula, garam, dan makanan tinggi lemak jenuh, Perbanyak asupan sayuran, buah segar, serta makanan tinggi serat, Pilih camilan sehat seperti kacang, yoghurt rendah lemak, atau buah rendah gula.

2.      Batasi Minuman Manis Berkalori Tinggi

Minuman boba, soda, dan kopi kekinian biasanya mengandung gula tinggi. Sebaiknya pilih air putih, teh tawar, atau kopi tanpa gula.

3.      Rutin Berolahraga

Aktivitas fisik tidak harus berat. Jalan cepat, bersepeda, yoga, atau berenang sudah sangat membantu. Minimal lakukan 30 menit per hari, 5 kali seminggu.

4.      Kurangi Waktu Duduk

Jika bekerja di depan komputer, usahakan untuk berdiri atau melakukan peregangan setiap 1 jam. Gunakan tangga dibanding lift untuk menambah aktivitas.

5.      Manfaatkan Teknologi Secara Positif

Gawai tidak hanya untuk hiburan. Gunakan aplikasi kesehatan untuk menghitung kalori, memantau berat badan, atau mengingatkan jadwal olahraga.

Pentingnya Edukasi dan Kesadaran

Obesitas seharusnya tidak hanya dilihat sebagai masalah pribadi, tetapi juga masalah masyarakat. Pemerintah dan tenaga kesehatan perlu terus melakukan kampanye Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) agar masyarakat lebih peduli terhadap pola hidup sehat. Edukasi di sekolah juga penting, mengingat obesitas kini juga banyak dialami oleh anak-anak akibat konsumsi makanan cepat saji berlebihan.

Kesadaran masyarakat harus ditingkatkan bahwa menjaga kesehatan lebih penting daripada sekadar kenyamanan instan. Hidup modern tidak selalu identik dengan hidup tidak sehat. Dengan keseimbangan antara aktivitas fisik, pola makan bergizi, serta pengelolaan stres yang baik, gaya hidup modern tetap bisa dijalani tanpa harus jatuh dalam risiko obesitas.