Budaya Kumaus pada Pemakaman Kota Tomohon
- https://rri.co.id/cek-fakta/706302/tradisi-kumaus-menjaga-warisan-leluhur-minahasa
Budaya, VIVA Bali – Hidup damai dan mempererat persaudaraan menjadi tujuan gotong-royong, hingga tujuan acara keagamaan. Itu diperoleh dari budaya makan bersama. Budaya makan bersama adalah budaya mempererat kebersamaan yang terjalin di masyarakat adat maupun masyarakat luas.
Budaya makan bersama pada masa sekarang adalah sebuah budaya tak benda yang ditemukan dalam Tradisi Kumaus, tahun 2024 di Kota Tomohon, Provinsi Sulawesi Utara, dan sekitarnya. Kalumata (2024) menguraikan pelaksanaan Tradisi Kumaus tidak hanya sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur menurut ajaran adat hingga Agama Malesung dan lain sebagainya.
Kumaus juga dilaksanakan dalam upacara pemakaman karena tujuan mengadakan tradisi ini, masyarakat diajarkan untuk selalu menjaga keseimbangan alam dan bersikap bijaksana dalam memanfaatkan sumber daya yang ada hingga implementasi keilmuan-keilmuan dalam warisan alam hingga warisan leluhur. Kalumata (2024) menuraikan Tradisi luhur masyarakat Minahasa ini juga memperkuat rasa kebersamaan dan gotong royong di antara warga, khususnya para warga Kota Tomohon, dan sekitarnya tahun 2024. Tujuan menjaga keseimbangan alam dan bijaksana dalam pemanfaatan kekayaan menjadi tujuan yang bergema juga dalam tradisi ini.
Kumaus pada Pemakaman Warga Tomohon 2024
Budaya makan bersama sederhana ini menunjukkan bahwa Kumaus dilaksanakan fleksibel dalam acara-acara sosial di Kota Tomohon karena Kumaus digelar makan bersama secara sederhana dengan menggunakan daun sebagai piring. Kalumata (2024) mengutarakan Kumaus adalah tradisi adat Minahasa yang dilakukan dengan cara makan bersama di atas daun sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur dan sebagai ungkapan rasa syukur atas nikmat yang telah diberikan dalam acara-acara di Kota Tomohon.
Kalumata (2024) menyimpulkan tradisi makan bersama ini merupakan sebuah warisan leluhur yang fleksibel digelar saat pemakaman warga, setelah masa panen atau pada momen-momen penting lainnya yang dianggap sakral oleh masyarakat setempat.