Pembacaan Doa dalam Ritual Kalangkang Mantit Dayak Harakit

Aruh dan Ritual Kalangkang Mantit
Sumber :
  • https://kalsel.antaranews.com/berita/263482/tradisi-aruh-suku-dayak-di-tapin-kalimantan-selatan

Budaya, VIVA Bali – Ibadah mengucap syukur adalah budaya luhur. Budaya luhur ini dipelihara dalam acara adat. Ada upacara adat yang religius dilaksanakan oleh masyarakat Suku Dayak Harakit, Kabupaten Tapin, provinsi Kalimantan Selatan. Upacara adat mengutamakan kekuasaan Talamana Tuah Hakat kepada alam. Prosesi adat Kalangkang Mantit ini dimulai sebelum upacara utama Aruh. Prosesi adat Kalangkang Mantit ini dilaksanakan turun-temurun. Fadhillah (2024) menguraikan tradisi menyambut panen masyarakat Dayak Harakit sebelum Aruh ini disebut ritual Kalangkang Mantit di Kabupaten Tapin. Upacara ini dipimpin oleh Balian dan balian perempuan atau pemuka masyarakat Dayak Meratus.

img_title Sistem Motif dalam Batik Jambi

“Saat pembawaannya ada ‘mamangan’ (pelafazan doa hingga harapan) terus diikuti tarian Babansai mengelilingi ornamen ritual,” ujar Ketua Sanggar Seni Dayak Mancabung Dayak Meratus Tapin Hendra Gunawan kepada Fadhillah (2024).

Lahan Pataungan Disiapkan sebelum Ritual Kalangkang Mantit

img_title Sistem Taat Adat dalam Hukum Adat Dayak Maanyan

Kalangkang Mantit Kabupaten Tapin dilaksanakan sebelum Aruh. Karena Aruh  bernuansa bahagia dan dilakukan di balai adat. Ada lahan khusus yang disiapkan para warga yang disebut Pataungan. Fadillah (2017) mengutarakan dalam Kalangkang Mantit Kabupaten Tapin, masyarakat dari masing-masing desa adat itu saat musim tanam tiba sudah menyiapkan lahan padi bernama “pataungan” yang dikhususkan untuk keperluan  Kalangkang Mantit dan Aruh dari jauh-jauh hari.