Sistem Kayu Songga dalam Kebudayaan Mbojo
- https://rri.co.id/mataram/kesehatan/2562117/gelas-kayu-songga-warisan-herbal-khas-dompu-yang-tembus-pasar-nasional
Budaya, VIVA Bali –Terlepas dari kebudayaan besi pada keris di seluruh Indonesia, herbal tradisional memiliki sistem budaya dalam hal herbal tradisional. Terkadang muncul pemikiran bahwa jika di kalimantan terdapat herbal tradisional berupa akar Bajakah. Maka dalam unsur sejarah di masyarakat atau Suku Dompu, terdapat Kayu Songga.
Dilansir oleh Astuti dari ejournal.mandalanursa.org (2019) “Setiap daerah memiliki ciri khas kebudayaannya masing-masing, tidak terkecuali dengan masyarakat asli Suku Mbojo di Kabupaten Bima yang termasuk ke dalam wilayah Propinsi Nusa Tenggara Barat”. Disebutkan secara runtut oleh Mujtahidin dalam laman rri.co.id (2026) “Masyarakat mengenal Kayu Songga karena cita rasanya yang sangat pahit”. Diuji oleh Mujtahidin dari rri.co.id (2026) “Potongan batang maupun rantingnya biasa direndam dalam air hangat, kemudian air seduhannya diminum sebagai obat tradisional”.
Seperti penjelasan yang ilmiah, Kabupaten Dompu, Provinsi Nusa Tenggara Barat dihuni mayoritas oleh Suku Mbojo. Ditutur oleh SD N 32 Panggi Bima dari sdn32.bimakota.sch.id (2024) “Suku Mbojo adalah kelompok etnis yang mendiami Pulau Sumbawa bagian timur, sekarang tempat bermukimnya orang Bima terbagi menjadi tiga bagian secara administratif, yaitu Kota Bima, Kabupaten Bima, dan Kabupaten Dompu”. Disimpulkan oleh SD N 32 Panggi Bima dari sdn32.bimakota.sch.id (2024) “Istilah "Mbojo" dipergunakan untuk menyebut kata 'Bima' dalam bahasa Bima (nggahi Mbojo). Secara historis orang Bima dibagi dalam 2 kelompok, yaitu kelompok penduduk asli (dou Donggo) dan kelompok orang Bima (dou Mbojo)”.
Sistem Kayu Songga
Pengobatan tradisional dikenal dengan sistem adat istiadat berdasarkan artikel-artikel ilmiah. Khasiat alam yang dengan kearifan lokal seperti penentuan bahan herbal, untuk menyembuhkan penyakit pasien. Filosofi adat juga berperan dalam budidaya Kayu Songga seperti penyebutan herbal kayu khas Dompu yaitu Kayu Songga itu sendiri. Kreativitas pemanfaatan Kayu Songga dengan inovasi obat herbal berbentuk gelas menjadi sistem kebudayaan modern berdasarkan pengalaman menurut adat-istiadat. Dijabarkan oleh Mujtahidin dalam laman rri.co.id (2026) “Seiring perkembangan zaman, masyarakat Dompu menghadirkan cara yang lebih praktis dalam memanfaatkan khasiat Kayu Songga. Batang kayu tersebut diolah menjadi gelas minum yang dapat digunakan berulang kali sebagai media seduh air herbal.