Budaya Memasak Hidangan dari Beras dalam Pasaji Ponan
- https://www.samawarea.com/2019/03/wujud-rasa-syukur-masyarakat-tiga-dusun-gelar-sedekah-ponan/#google_vignette
Budaya, VIVA Bali –Budaya memasak hidangan dari beras adalah budaya yang dilaksanakan menurut adat dan sesuai dengan ajaran Islam berupa memasak hidangan yang halal dan baik. Budaya memasak hidangan dari beras ini juga dilaksanakan pada Pasaji Ponan 2019. Pasaji Ponan 2019 di Kabupaten Sumbawa, provinsi Nusa Tenggara Barat dan sekitarnya dilaksanakan meriah dan religius karena dilaksanakan seperti prosesi Bau Nyale dan dilaksanakan pembacaan doa dan zikir di Bukit Ponan, Kecamatan Moyo Utara, Kabupaten Sumbawa, Provinsi Nusa Tenggara Barat, dan sekitarnya. Zulaeha (2019) mengatakan sejak malam hari sebelum Pesta Ponan dimulai, para pemuda-pemudi di Kabupaten Sumbawa, Provinsi Nusa Tenggara Barat dan sekitarnya, biasanya mengadakan malam kesenian karena para pemuda menampilkan beragam kesenian daerah Sumbawa, seperti Sakeco, Ratib, Rabana dan Lawas, di beberapa tempat, bahkan digelar hiburan rakyat yang menampilkan artis lokal. Dia (2019) mencatat sedangkan ibu-ibu menghidangkan berbagai macam kue khas daerah yang terbuat dari beras, di antaranya Petikal, Buras, Kue Dange, Onde, Ketupat, Serapat dan Kue Janda Berenang. Dia (2019) mengatakan puncak perayaan upacara Pesta Ponan dihelat esok hari, diawali dengan zikir dan doa bersama menurut ajaran Islam di Bukit Ponan, Kecamatan Moyo Utara, Sumbawa, Nusa Tenggara Barat dan sekitarnya, lalu sesi pembagian makanan khas ini ke seluruh warga dan pengunjung, serta Pasaji Ponan ditutup dengan makan bersama. Zulaeha (2019) mengutarakan tetapi tidak semua makanan dari Pasaji Ponan dihabiskan, sebagian makanan itu disebarkan di ladang dan sawah karena diyakini dapat menyuburkan tanaman-tanaman di ladang dan sawah milik penduduk.
Pasaji Ponan 2019 Dilaksanakan pada 2 Hari di Sumbawa
Pasaji Ponan dilaksanakan pada setiap bulan Februari. Zulaeha (2019) mengisahkan, Pasaji Ponan ini diharapkan menjadi event pariwisata daerah di Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif karena pelaksanaan Pasaji Ponan ini adalah pesta panen setiap tahun. Zulaeha (2019) mengatakan dia menemui seorang wisatawan dan wisatawan itu berkata bahwa Pasaji Ponan ini dilaksanakan hampir sama dengan Tradisi Bau Nyale di KEK Mandalika, Desa Kuta, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat, dan sekitarnya yang mana Tradisi Adat Suku Sasak berupa Tradisi Bau Nyale dimulai dari dini hari sampai pagi hari. Zulaeha (2019) mengutarakan cerita wisatawan itu kalau Pasaji Ponan ini dilaksanakan pada pagi hari menjelang siang hari. Zulaeha (2019) mengatakan Pesta Ponan, sebuah tradisi masyarakat di tiga desa di Kecamatan Moyo Utara, Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, dirayakan penuh kemeriahan, yang diyakini penduduk setempat dengan harapan dan syukur agar tanaman padi penduduk mendapatkan hasil yang berlimpah dan tiba musim panen.