Ruang Terbuka Bertemunya Kehidupan, Filosofi, dan Tradisi
- https://martinatour.com/alun-alun-kidul-yogyakarta
Budaya, VIVA Bali –Yogyakarta akan selalu memiliki magnet tersendiri dalam menarik hati wisatawan, banyak sekali interaksi menarik dan tradisi yang dapat diulik. Budaya yang sangat kental menjadikan Yogyakarta memiliki keistimewaan tersendiri bagi hati penggemarnya.
Dengan suasana kota yang rindang dan tenang, akan membuat siapa saja mau berlama-lama bahkan menetap di kota ini.
Ada banyak taman kota dan ruang terbuka hijau yang selalu dimanfaatkan untuk melakukan aktivitas budaya hingga interaksi hiburan. Salah satu ruang terbuka hijau yang menjadi ikon Kota Yogyakarta adalah Alun-alun Kidul atau sering disingkat Alkid. Lebih dari ruang terbuka hijau Alkid menyimpan sejarah panjang yang terjali dengan kerajaan Mataram dan perkembangan Kota Yogyakarta hingga saat ini. Untuk memasuki Kawasan Alkid tidak ada tiket masuk, hanya dikenakan tarif parkir untuk kendaraan roda dua sebesar Rp 3.000 dan untuk roda empat sebesar Rp 10.000, dilengkapi dengan berbagai fasilitas seperti masjid, toilet, dan banyak tempat duduk yang dapat dimanfaatkan oleh wisawatan.
Alkid bukan hanya alun-alun biasa tetapi merupakan bagian dari tata kota yang dirancang secara simbolis, posisinya berada di selatan Keraton Yogyakarta yang memilki peran sebagai penyeimbang, tempat istirahat, dan juga lokasi pelaksanaan bagi berbagai upacara adat hingga hiburan rakyat.
Pada jaman dahulu Alkid digunakan sebagai tempat latihan para prajurit keraton, dan juga tempat berkumpul masyarakat, dengan luas 300x300 meter persegi kini Alkid telah menjelma sebagai ruang terbuka yang ramah dan terbuka bagi siapa saja.
Tidah hanya itu, Alkid juga menjadi salah satu titik perputaran ekonomi bagi masyarakat lokal, setiap hari di waktu sore hingga malam, banyak penjual kaki lima yang menjajakan berbagai jenis makanan, sehingga para wisatawan tidak akan kesulitan ketika perut kosong dalam keadaan ramai pengunjung.
Dilansir dari Karaton Ngayogyakarta, terdapat ikon menarik yang berada di tengah alun-alun yaitu dua pohon beringin raksasa bernama Kiai Dewadaru dan Kiai Janadaru, dua beringi ini terletak saling bersandingan.
Kedua pohon ini memiliki filosof yang mendalam, Kiai Dewadaru berasal dari kata dewa yang berarti Tuhan dan ndaru yang berarti wahyu pada dasarnya pohon ini memiliki makna mengenai hubungan manusia dengan Tuhannya. Lalu, Kiai Janadaru yang bermakna luga pohon manusia, pohon ini memiliki letak lurus dengan Pasar Beringharjo sehingga memiliki makna dalam manusa dengan manusia.