Budaya Melaksanakan Panakod Adau Gayuh 2025 di Brunei Darussalam

Panakod Adau Gayoh 2025 Digelar di Brunei
Sumber :
  • https://mediapermata.com.bn/sambutan-panakod-adau-gayoh-meriah/

Budaya, VIVA BaliBudaya menyiapkan acara adat istiadat adalah cara bersemangat mempertahankan budaya dan tradisi adat di tengah arus globalisasi. Budaya ini menjadi kegiatan yang menjunjung nilai adat istiadat bagi setiap orang, tidak kenal itu perantau atau penduduk setempat. Budaya ini mudah ditemukan karena mengetahui jadwal liburan atau cuti seperti hari adat. Budaya ini masih berkaitan dengan kajian budaya karena mengkaji filosofi budaya masyarakat setempat turun-temurun. Kajian dan penghayatan Budaya Masyarakat Asli Brunei Darussalam juga dilaksanakan dalam Panakod Adau Gayoh sejak pagi hari tahun 2025 pada 1 Mei. “Panakod Adau Gayoh juga memberi peluang kepada generasi muda untuk mengenali, memahami dan menghayati budaya nenek moyang kita. Inilah wadah untuk kita menyemai rasa cinta terhadap budaya sendiri dalam arus pemodenan yang begitu pesat,” Tambah Awang Johan bin Benson dalam bahasa Melayu Brunei kepada Junaidi (2025). Yang Dipertua Pakatan Sang Jati Dusun Negara Brunei Darussalam atau Ketua Umum Pakatan Sang Jati Dusun, Awang Johan bin Benson berkata dalam sambutannya pada Panakod Adau Gayoh tahun 2025 mengatakan dalam terjemah bahasa Indonesia Panakod Adau Gayoh juga memberi kesempatan kepada generasi muda untuk mengenal, memahami, dan menghayati budaya nenek moyang masyarakat Dusun karena Panakod Adau Gayoh adalah wadah untuk masyarakat menumbuhkan rasa cinta terhadap budaya sendiri dalam arus modernisasi yang sangat pesat. Beliau juga berkata dalam Junaidi (2025) dalam bahasa Melayu, acara berkenaan juga mempersembahkan untuk menyaksikan satu taridra atau sketsa bertanam dan menuai padi yang diilhamkan melibatkan gabungan tiga buah kampung : Rambai, Kuala Ungar dan Merimbun, kerana Persepaduan ini buat julung-julung kalinya ditonjolkan dalam sejarah PSJD. Yang Dipertua atau Ketua PSJD Brunei Darussalam, Awang Johan bin Benson berkata dalam terjemahan bahasa Indonesia, Acara ini juga dilaksanakan untuk menyaksikan Taridra atau Sketsa menanam dan panen padi yang ditampilkan oleh 3 utusan kampung : Rambai, Kuala Ungar, dan Merimbun, karena kolaborasi penampilan budaya khas Suku Dusun yaitu selalu menampilkan budaya khas yang pernah ada dalam sejarah Pakatan Sang Jati Dusun Negara Brunei Darussalam. Tentu pelaksanaan agenda pariwisata dan budaya luhur ini dilaksanakan juga menyesuaikan Waktu Indonesia Tengah.

Halaman Selanjutnya
img_title
img_title Barong Brutuk, Tarian Sakral Berkostum Daun Pisang yang Hanya Ada di Desa Trunyan