Kawah Ijen, Blue Fire Langka yang Hanya Ada di Dua Tempat di Dunia
- https://www.pexels.com/id-id/foto/batu-merokok-asap-gunung-berapi-20261014/
Wisata, VIVA Bali –Di antara ribuan gunung berapi yang tersebar di Indonesia, Kawah Ijen di perbatasan Kabupaten Banyuwangi dan Bondowoso, Jawa Timur, menyimpan sebuah keajaiban alam yang tak dimiliki kebanyakan gunung lain di dunia. Berdasarkan laman wisata.viva.co.id, fenomena tersebut bernama blue fire atau api biru, sebuah pijaran cahaya biru menyala yang muncul dari dasar kawah dan hanya dapat disaksikan pada momen tertentu saja.
Fenomena Blue Fire yang Hanya Ada di Dua Tempat di Dunia
Blue fire di Kawah Ijen menjadi begitu istimewa karena fenomena serupa hanya ditemukan di satu lokasi lain di dunia, yaitu Islandia. Mengutip informasi dari bali.antaranews.com, keunikan inilah yang menjadikan Kawah Ijen sebagai destinasi wisata unggulan yang mampu menyedot kunjungan wisatawan lokal maupun mancanegara setiap tahunnya.
Menurut penjelasan yang termuat di semarang.viva.co.id, fenomena blue fire muncul akibat gas sulfur bersuhu sangat tinggi yang keluar dari celah-celah kawah, kemudian menyala saat bersentuhan langsung dengan udara di permukaan. Pemandangan yang dihasilkan pun terlihat begitu surealis, seolah membawa siapa saja yang menyaksikannya masuk ke dalam dunia lain yang penuh keajaiban.
Waktu Terbaik dan Cara Menyaksikan
Menyaksikan blue fire tidak bisa dilakukan sembarang waktu, sebab fenomena ini hanya terlihat jelas pada momen tertentu menjelang dini hari. Disebutkan dalam laman wisata.viva.co.id, waktu terbaik untuk menyaksikan pijaran api biru ini berkisar antara pukul 02.00 hingga 03.00 WIB, sebelum cahaya matahari mulai muncul dan menyamarkan kemunculannya.
Kondisi inilah yang membuat para wisatawan rela mendaki tengah malam demi bisa menyaksikan momen langka tersebut secara langsung. Sebagaimana diberitakan semarang.viva.co.id, usai berburu blue fire, wisatawan juga dapat melanjutkan perjalanan menuju titik matahari terbit di Kawah Ijen, sekaligus menikmati panorama kawah asam terbesar di dunia yang berwarna hijau toska memukau.
Kehidupan Penambang Belerang Tradisional
Selain menyuguhkan keindahan alam, Kawah Ijen juga menjadi saksi perjuangan para penambang belerang tradisional yang bekerja setiap hari di sekitar kawah. Seperti tertulis pada laman wisata.viva.co.id, para penambang ini masih menggunakan alat sederhana untuk memikul bongkahan belerang hasil tambang, meski harus menempuh medan terjal dan udara yang mengandung gas beracun.