Pemko Medan Kembalikan Bantuan Bencana dari Uni Emirat Arab

Walikota Medan saat terima bantuan dari Uni Emirat Arab
Sumber :
  • Instagram @muslimvox https://www.instagram.com/p/DSbA_UTkzbb/?img_index=4

Medan, VIVA Bali – Pemerintah Kota (Pemko) Medan mengembalikan bantuan kemanusiaan dari Pemerintah Uni Emirat Arab (UEA) terkait penanganan bencana di Sumatera. Bantuan tersebut sebelumnya diserahkan Wakil Duta Besar UEA, Shaima Al Hebsi, di Posko Bantuan Bencana Kota Medan, Gedung PKK, pada Sabtu, 12 Desember 2025.

img_title Bobby Nasution Pastikan Bantuan Beras dari UEA Disalurkan ke Korban Banjir Lewat Muhammadiyah

Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mengatakan pengembalian bantuan dilakukan sesuai arahan Pemerintah Pusat. “Kita kembalikan ke Uni Emirat Arab,” ujar Rico kepada wartawan usai peninjauan di kawasan Jalan Karya, Kecamatan Medan Barat, Kamis, 18 Desember 2025.

Dilansir dari Medan VIVA, Rico menjelaskan bahwa hingga saat ini Pemerintah Pusat belum menerima bantuan dari pihak asing untuk penanganan bencana alam tersebut. Karena itu, Pemko Medan memutuskan untuk tidak menerima bantuan dimaksud.

img_title Menkeu Purbaya Pangkas Anggaran Rapat Tak Jelas, Rp60 Triliun untuk Bencana Sumatera

“Karena memang pemerintah belum atau tidak menerima bantuan dari pihak asing. Jadi kita kembalikan dan nantinya bisa dimanfaatkan lagi. Tapi untuk Kota Medan tidak menerima,” katanya.

Rico mengungkapkan, setelah bantuan diterima, pihaknya langsung berkoordinasi dengan Pemerintah Pusat, termasuk Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Kementerian Pertahanan. Hasil koordinasi tersebut menyatakan bahwa bantuan asing belum dapat diterima.

img_title Bencana Sumatera Memburuk, Mentan Amran Turun Tangan Pastikan 34 Ribu Ton Bantuan Pangan ke Tiga Provinsi

“Intinya kita sudah cek regulasi dan mekanisme penyampaiannya. Kita koordinasi dengan BNPB dan Kementerian Pertahanan, dan memang melalui koordinasi semua, bantuan ini tidak diterima dulu,” jelasnya.

Diketahui, bantuan dari Pemerintah Uni Emirat Arab tersebut antara lain berupa 30 ton beras serta 300 paket bantuan yang berisi sembako, perlengkapan bayi, dan perlengkapan ibadah salat.