Menkeu Purbaya Pangkas Anggaran Rapat Tak Jelas, Rp60 Triliun untuk Bencana Sumatera

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa
Sumber :
  • Instagram: menkeuri https://www.instagram.com/p/DSC14nxE_YS/?img_index=3

Jakarta, VIVA Bali – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan pemerintah siap mengalihkan anggaran hasil efisiensi belanja kementerian/lembaga (K/L) sebesar Rp60 triliun untuk mendukung pemulihan dampak bencana di wilayah Sumatera.

img_title OTT KPK Mengguncang DJP Jakarta Utara, Menkeu Purbaya Lakukan Rotasi Besar-besaran

Purbaya memastikan anggaran pemulihan yang diajukan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersumber dari APBN, salah satunya berasal dari efisiensi belanja K/L tahun anggaran 2026 yang telah dievaluasi.

“Waktu APBN selesai di DPR, kami sisir semua program kementerian/lembaga. Ternyata masih banyak program dan rapat yang enggak jelas,” kata Purbaya di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin, 15 Desember 2025, dilansir dari tvOne.

img_title Pemprov Aceh Izinkan Bantuan Internasional Nonpemerintah Masuk Pascabencana

Ia menyebutkan, dana hasil penyisiran tersebut sudah dikumpulkan sebelum bencana terjadi sehingga pemerintah siap menggunakannya saat dibutuhkan. “Sebelum bencana, kami sudah kumpulkan Rp60 triliun. Jadi begitu dibutuhkan seperti arahan Presiden, kami sudah siap,” ujarnya.

Purbaya menambahkan, anggaran tahun 2026 itu akan difokuskan untuk rehabilitasi wilayah terdampak bencana di Sumatera. Sementara untuk tahun berjalan, BNPB telah mengajukan anggaran sebesar Rp1,6 triliun.

img_title Pemko Medan Kembalikan Bantuan Bencana dari Uni Emirat Arab

Selain itu, Kementerian Keuangan masih menyiapkan ruang fiskal sekitar Rp1,3 triliun yang dapat dimanfaatkan BNPB pada tahun depan. Pemerintah juga akan memberikan relaksasi anggaran bagi pemerintah daerah terdampak agar mampu membangun kembali wilayahnya.

“Jadi, enggak ada masalah untuk rehabilitasi bencana,” ujar Purbaya.

Sebelumnya, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo bersama Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menyatakan kebutuhan anggaran perbaikan kerusakan akibat banjir bandang dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat mencapai Rp51,82 triliun. Rinciannya, Rp2,72 triliun untuk tanggap darurat dan Rp49,10 triliun untuk rehabilitasi serta rekonstruksi.