Rupiah Melemah Usai BI Tahan Suku Bunga Acuan di Level 4,75 Persen
- https://img.antaranews.com/cache/1200x800/2025/10/08/Rupiah-adimaja-1a.jpg.webp
Jakarta, VIVA Bali – Nilai tukar rupiah pada pembukaan perdagangan di Jakarta, Kamis, bergerak melemah tipis satu poin atau 0,01 persen menjadi Rp16.695 per dolar AS dibandingkan posisi sebelumnya di Rp16.694 per dolar AS.
Pelemahan rupiah terjadi setelah Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan BI-Rate di level 4,75 persen. Keputusan tersebut diambil dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI yang berlangsung pada Selasa (16/12) dan Rabu (17/12) Desember 2025.
Dilansir dari ANTARA, Chief Economist Permata Bank Josua Pardede menilai keputusan BI menahan suku bunga dipengaruhi oleh ketidakpastian global yang masih berlanjut. Namun, BI juga menegaskan adanya ruang penurunan suku bunga ke depan.
“BI mempertahankan suku bunga kebijakannya tidak berubah di 4,75 persen dengan alasan ketidakpastian global yang berkelanjutan, sambil menegaskan bahwa masih ada ruang untuk penurunan suku bunga di masa mendatang,” ujar Josua di Jakarta, Kamis.
Selain BI-Rate, bank sentral juga mempertahankan suku bunga deposit facility di level 3,75 persen dan suku bunga lending facility sebesar 5,5 persen.
Dari sisi global, sentimen turut dipengaruhi pernyataan dovish pejabat bank sentral Amerika Serikat (The Fed), Christopher Waller. Ia menyebut suku bunga kebijakan saat ini berada sekitar 100 basis poin di atas level netral, sehingga membuka peluang penurunan suku bunga ke depan.
Berdasarkan faktor domestik dan global tersebut, rupiah diperkirakan akan bergerak di kisaran Rp16.650 hingga Rp16.750 per dolar AS.