Bencana Sumatera Memburuk, Mentan Amran Turun Tangan Pastikan 34 Ribu Ton Bantuan Pangan ke Tiga Provinsi
- Kementerian Pertanian
Jakarta, VIVA Bali –Banjir dan longsor di Sumatera makin parah, membuat ribuan warga terisolasi, membuat Menteri Pertanian Amran Sulaiman turun tangan memastikan 34 ribu ton bantuan pangan digelontorkan cepat ke tiga provinsi terdampak.
Kondisi bencana di Sumatera kian memburuk.
Di tengah laporan banjir bandang, tanah longsor, hingga akses jalan yang terputus di sejumlah kabupaten, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memastikan pemerintah bergerak cepat menyalurkan lebih dari 34 ribu ton bantuan pangan untuk tiga provinsi terdampak yaitu Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh.
Langkah cepat itu Mentan Amran tegaskan saat membuka Kongres VII Ikatan Keluarga Alumni Universitas Andalas (IKA Unand) secara daring.
“Pemerintah sudah bergerak. Bantuan pangan disalurkan cepat dan terukur agar kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak bencana bisa terpenuhi,” ujar Amran. Sabtu, 29 November 2025.
Dalam keterangan resmi, pemerintah melalui Kementerian Pertanian dan berbagai lembaga pangan memastikan penyaluran bantuan dilakukan secara terkoordinasi.
Untuk Provinsi Aceh, pemerintah mengirim 10.614 ton beras dan 1.954 ton minyak goreng.
Sementara Sumatera Utara mendapatkan 16.894 ton beras serta 3.108 ton minyak goreng.
Adapun Sumatera Barat menerima 6.795 ton beras dan 1.250 ton minyak goreng.
Totalnya, ada 34.303 ton bantuan pangan yang digelontorkan ke tiga provinsi tersebut, belum termasuk dukungan logistik tambahan untuk pemulihan dalam dua bulan ke depan.
Khusus Sumatera Barat, Kementan menyiapkan paket ekstra berupa 6.794 ton cadangan beras untuk kebutuhan dua bulan, 1.358 kiloliter minyak goreng, tambahan 358 ton beras.
Serta dukungan benih padi dan jagung untuk menghidupkan kembali sekitar 10.000 hektare lahan tanam yang terdampak banjir.
Amran menegaskan seluruh distribusi bantuan dilakukan melalui koordinasi ketat bersama Bapanas, Bulog, Satgas Pangan, TNI, dan pemerintah daerah. Ia memastikan tim teknis sudah berada di lapangan untuk mempercepat penyaluran.
“Tim kami sudah ada di lapangan. Setiap daerah membutuhkan bantuan, kami akan gerak cepat. Kesiapsiagaan pangan itu vital, terutama menghadapi dinamika cuaca ekstrem,” tegas Mentan Amran.
Di beberapa titik, akses darat terputus total, seperti di Tapanuli Selatan, warga terpaksa menggunakan jembatan darurat dari batang kayu setelah jembatan penghubung ke Tapanuli Tengah, Sibolga, dan Medan rusak diterjang banjir bandang.