Yuk, Kenali Mitos dan Fakta Tentang Matcha!
- https://www.pexels.com/photo/refreshing-iced-matcha-latte-on-wooden-tray-32529470/
Dilansir dari laman Healthline, matcha adalah teh hijau bubuk yang ditanam dengan cara khusus, yaitu ditanam di tempat teduh. Oleh karena itu, matcha mengandung antioksidan dan kafein yang cukup tinggi bahkan lebih banyak dibandingkan teh hijau biasa. Jadi, anggapan bahwa matcha bebas kafein adalah mitos.
Matcha Berkualitas Harus dari Jepang
Ada anggapan bahwa matcha yang berkualitas harus berasal dari Jepang, tetapi ini tidak sepenuhnya benar. Memang, Jepang terkenal sebagai negara yang memiliki matcha dengan kualitas yang sangat baik. Namun, bukan berarti matcha dari negara lain pasti buruk. Kualitas matcha ditentukan oleh banyak faktor seperti cara tanam, metode pengolahan, dan kebersihannya. Jadi daripada hanya fokus pada label “Made in Japan”, lebih penting untuk memastikan matcha tersebut organik dan bebas dari kontaminasi logam berat.
Matcha Selalu Pahit
Rasa matcha yang selalu dianggap pahit oleh beberapa orang adalah tidak benar. Matcha memang mengandung kafein dan katekin yang tinggi. Pada matcha berkualitas rendah kandungan tersebut memang sering membuat rasanya menjadi lebih pahit. Akan tetapi, matcha berkualitas tinggi yang ditanam dengan baik justru biasanya terasa lembut, umami, bahkan sedikit manis berkat kandungan asam amino yang tinggi. Jadi rasa pahit bukanlah ciri khas matcha, tetapi tanda bahwa kualitasnya kurang baik.
Matcha memang memiliki banyak manfaat, tetapi tidak semua yang kita dengar tentang matcha adalah benar. Oleh karena itu, akan lebih bijak jika kita mengetahui mitos dan fakta yang selama ini beredar mengenai minuman ini.