Kenali Tanda-Tanda Friendship Burnout dan Cara Mengatasinya!

Tanda-Tanda Friendship Burnout
Sumber :
  • https://www.pexels.com/photo/four-person-standing-at-top-of-grassy-mountain-697244/

Lifestyle, VIVA Bali –Pernah gak kamu ngerasa hubungan pertemanan yang biasanya bikin nyaman, malah mulai terasa berat? Rasanya kayak kamu terus-terusan harus ada buat mereka, tapi giliran kamu butuh ruang, malah ngerasa gak enak sendiri. Lama-lama, kamu jadi sering menghindar dan cari-cari alasan biar gak ketemu. Kenapa ya, pertemanan yang dulunya menyenangkan bisa berubah jadi beban?

Tips Menghemat Listrik di Rumah agar Tagihan Tidak Membengkak

 

 

Tidur Siang Berlebihan Bisa Ganggu Jantung!

 

Jawabannya mungkin ada pada kondisi yang disebut friendship burnout. Ini bukan hal yang sepele dan bisa berdampak ke kesehatan mental kalau terus dibiarkan. Yuk, kenali lebih dalam tentang dampak, tanda-tanda, dan cara mengatasinya supaya pertemanan kamu tetap sehat!

Manfaat Aromaterapi yang Cocok untuk Mandi

 

 

 

Tanda-Tanda Friendship Burnout

 

Ada beberapa sinyal yang sering luput kita sadari saat sedang mengalami friendship burnout. Mengutip dari laman Uncover, berikut ini beberapa tanda yang sering kali muncul pada saat mengalami burnout dalam pertemanan.

 

 

 

  1. Merasa Lelah Secara Emosional

 

Kalau kamu sering merasa capek atau kosong tiap kali selesai hangout bersama teman, bisa jadi hal tersebut merupakan tanda kamu mengalami friendship burnout. Ini bisa terjadi mungkin karena obrolannya gak menyenangkan atau gak ada timbal balik dari mereka sehingga kamu merasa hubungan pertemanan kalian gak seimbang.

 

  1. Merasa Bersalah Saat Bilang “Gak”

 

Kalau setiap kali menolak ajakan atau mencoba untuk memasang batasan kamu malah merasa bersalah, itu juga merupakan tanda kamu sedang burnout. Apalagi kalau kamu takut dianggap teman yang buruk atau takut kehilangan mereka.

 

  1. Kehilangan Semangat

 

Kehilangan semangat untuk bertemu dengan teman-teman menjadi tanda lain kamu mengalami friendship burnout. Karena kalau biasanya kamu semangat untuk bertemu mereka, kini malah terasa menjadi beban maka ada sesuatu yang salah. Ini artinya kamu butuh ruang dan waktu untuk diri sendiri sebelum kembali berkomunikasi dengan mereka.

 

  1. Sering Menghindar

 

Friendship burnout ini bisa membuat kamu kewalahan saat harus berinteraksi dengan teman-teman. Akhirnya, tanpa sadar kamu jadi sering cari-cari alasan buat gak ikut nongkrong atau bahkan ngebatalin acara di detik-detik terakhir dan membuat teman kamu jadi kesal.

 

  1. Muncul Rasa Kesal Pada Teman Sendiri

 

Salah satu tanda yang paling mudah kamu identifikasi adalah ketika kamu merasa kesal pada teman, padahal kalian gak lagi ada masalah apa-apa. Hal ini bisa terjadi karena kamu merasa terlalu banyak memberi, tapi timbal balik dari mereka gak kamu dapatkan atau rasakan.

 

 

 

Cara Mengatasi Friendship Burnout

 

Ada berbagai macam cara untuk mengatasi friendship burnout dan memutuskan hubungan pertemanan bukanlah salah satunya. Berikut ini beberapa cara sehat untuk mengatasi burnout dalam pertemanan ini.

 

 

 

  1. Komunikasikan Perasaanmu

 

Salah satu penyebab dari terjadinya friendship burnout adalah adanya komunikasi yang tidak jelas. Jadi, untuk mengatasi hal tersebut adalah kamu harus jujur dengan apa yang kamu rasakan terhadap teman-temanmu. Kalau kamu merasa membutuhkan ruang, coba deh bilah dengan cara yang baik dan jelas pada mereka. Kadang mereka gak sadar kalau tindakan mereka bikin kamu merasa stres dan kewalahan.

 

  1. Bangun Batasan yang Sehat

 

Membangun batasan yang jelas juga menjadi salah satu cara yang sehat untuk keluar dari perasaan burnout. Namun, perlu diingat kalau batasan bukan berarti menjauh atau memutuskan hubungan. Kamu gak harus selalu membalas pesan mereka secepat mungkin atau waktu kalian hangout pilih topik yang ringan buat dibahas dibandingkan membahas masalah hidup.

 

  1. Cari Lingkungan Sosial Baru

 

Kalau kamu merasa capek sama teman yang sekarang, gak ada salahnya buat mencari lingkungan sosial yang baru, lho! Kamu bisa mengikuti komunitas baru, jadi relawan, atau gabung ke kelas yang kamu suka. Ini bisa jadi cara yang menyegarkan pikiran dan pertemanan kamu.

 

  1. Cari Bantuan Profesional

 

Kalau burnout yang kamu rasakan sudah terasa sangat berat, coba pertimbangkan untuk mencari bantuan profesional. Mereka pastinya bisa bantu kamu dengan memberi saran supaya kamu bisa mengatur stres dan memperbaiki hubungan pertemananmu.

 

  1. Evaluasi Pertemanan

 

Langkah lain untuk keluar dari friendship burnout adalah dengan mengevaluasi pertemanan kamu. Coba pikirkan lagi, apakah teman-teman kamu saat ini benar-benar mendukung dan bikin kamu bahagia? Kalau kamu merasa pertemanan itu justru bikin stres, mungkin kamu memerlukan break dari hubungan tersebut.

 

 

Menjaga pertemanan tetap sehat butuh kesadaran dan keberanian untuk jujur pada diri sendiri. Kalau kamu mulai merasa lelah, jangan ragu untuk mengambil jeda, menetapkan batasan, atau bicara dari hati ke hati karena pertemanan yang sehat seharusnya saling mendukung, bukan malah membebani.