Capek Sama Teman Sendiri? Mungkin Kamu Alami Friendship Burnout!

Penyebab Terjadinya Friendship Burnout
Sumber :
  • https://www.pexels.com/photo/multiethnic-women-having-conflict-at-home-6383198/

Lifestyle, VIVA Bali –Pernah gak sih kamu ngerasa tiba-tiba males buat bales chat temen? Atau waktu diajak ketemu ada aja alasannya buat nolak? Padahal, biasanya kamu semangat banget buat ketemu mereka. Bukannya lagi marah atau ada masalah, tapi kamu rasanya capek dan pengen sendiri dulu. Momen-momen kayak gini mungkin bikin kamu bertanya-tanya, “Aku sebenernya kenapa, sih? Kok sama temen sendiri jadi begini?”

Tips Menghemat Listrik di Rumah agar Tagihan Tidak Membengkak

 

 

Tidur Siang Berlebihan Bisa Ganggu Jantung!

 

Fenomena ini dikenal dengan istilah friendship burnout, yaitu kondisi saat hubungan pertemanan mulai terasa melelahkan secara emosional. Ini bukan berarti kamu gak sayang sama mereka, tapi ada saatnya kita butuh ruang untuk recharge. Yuk, kenali lebih dalam soal friendship burnout dan cari tahu tanda-tandanya di bawah ini!

Manfaat Aromaterapi yang Cocok untuk Mandi

 

 

 

Apa Itu Friendship Burnout?

 

Dilansir dari laman RRI, friendship burnout merupakan kondisi saat kita merasa hubungan pertemanan yang biasanya membuat kita senang malah mulai terasa melelahkan. Selain itu, kita juga gak lagi merasakan hal positif dari hubungan pertemanan tersebut.

 

 

 

Hal ini ternyata bisa terjadi kalau kita berada di dalam hubungan pertemanan yang terlalu intens. Menurut laman Girls Beyond, merasa harus selalu ada untuk teman bisa jadi beban tersendiri yang tanpa disadari menurunkan kepuasan hidup dan membuat kesehatan emosional kita terganggu dalam jangka panjang.

 

 

 

Berbeda dengan konflik yang jelas dan bisa langsung dibicarakan, friendship burnout sering muncul tanpa kita sadari. Tiba-tiba aja rasanya energi terkuras sedikit demi sedikit karena terlalu sering jadi tempat curhat, tapi gak pernah didengar balik atau karena merasa harus terus ada buat mereka padahal diri sendiri lagi butuh waktu buat istirahat.

 

 

 

Penyebab Terjadinya Friendship Burnout

 

Rasa jenuh dalam pertemanan itu gak datang tiba-tiba, lho! Pasti ada hal-hal tertentu yang tanpa sadar bisa menjadi pemicunya. Nah, biar gak terus-terusan terjebak di situasi yang bikin capek, penting banget buat tahu apa aja yang bisa menyebabkan friendship burnout.

 

 

 

  1. Tekanan untuk Selalu Ada

 

Dalam hubungan pertemanan yang dekat, sering banget muncul ekspektasi untuk selalu hadir kapan pun kita dibutuhkan. Hal ini membuat hubungan pertemanan jadi terasa seperti sebuah kewajiban yang harus dipenuhi. Meskipun niatnya baik, tekanan kayak gini bisa membuat kita terjebak karena merasa harus terus memberi perhatian dan dukungan. Tanpa adanya ruang untuk istirahat, hubungan pertemanan bisa jadi beban dibandingkan sesuatu yang menyenangkan.

 

  1. Ketimpangan dalam Hubungan

 

Pertemanan yang sehat seharusnya berjalan dua arah, di mana kedua pihak saling mendukung satu sama lain. Namun, terkadang ada satu pihak yang justru lebih banyak berperan, misalnya selalu jadi pendengar atau selalu berusaha mengerti tanpa mendapat balasan yang sama. Akhirnya, pertemanan yang dulu terasa nyaman malah berubah jadi beban emosional.

 

  1. Komunikasi yang Gak Jujur

 

Terlalu sering menyimpan perasaan sendiri demi menjaga hubungan sebenarnya bisa menjadi masalah tanpa kita sadari. Lama-kelamaan, beban itu bisa jadi semakin berat dan bikin kita lelah secara emosional. Makanya, penting banget untuk bisa jujur sama diri sendiri dan teman tentang apa yang kita rasain.

 

  1. Gak Ada Ruang untuk Diri Sendiri

 

Selain komunikasi yang gak jujur, kalau terlalu sering ketemu tanpa jeda juga bisa membuat kita merasa capek secara emosional. Kalau sudah merasa kita gak punya ruang untuk diri sendiri, ada baiknya buat mengambil langkah dengan memberikan ruang untuk satu sama lain. Jangan sampai gak enak buat ngomong malah bikin hubungan dengan teman menjadi semakin renggang.

 

  1. Perbedaan Ekspektasi

 

Penyebab lain dari adanya friendship burnout adalah adanya perbedaan ekspektasi dalam hubungan tersebut. Salah satu pihak mungkin menginginkan pertemanan yang intens dengan komunikasi yang rutin atau bertemu sesering mungkin. Sementara pihak lainnya lebih nyaman dengan hubungan yang lebih fleksibel. Perbedaan harapan tersebut bisa menimbulkan frustasi bahkan konflik kalau gak segera diatasi. Dalam jangka panjang, hubungan seperti ini bisa membuat salah satu pihak merasa lelah secara emosional karena harus terus menyesuaikan diri dengan ekspektasi yang gak sejalan.

 

  1. Konflik yang Berulang

 

Hubungan pertemanan tentunya gak selalu berjalan mulus, pasti ada beberapa hubungan yang penuh drama, konflik yang gak pernah benar-benar selesai, atau bahkan kebiasaan saling menyalahkan satu sama lain. Tipe pertemanan kayak gini bisa sangat melelahkan, terlebih kalau masalah yang sama terus muncul tanpa adanya penyelesaian.

 

 

Melihat penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa friendship burnout adalah kondisi yang wajar dan bisa dialami oleh siapa saja, terutama saat hubungan pertemanan mulai terasa berat secara emosional. Mengenali tanda-tandanya sejak awal merupakan langkah penting untuk menjaga kesehatan mental. Jadi, penting bagi kita untuk selalu jujur terhadap perasaan sendiri dan gak ragu untuk menetapkan batasan karena pertemanan yang sehat dimulai dari individu yang merasa utuh.