Persahabatan Retak? Begini Cara Pulih dari Friendship Breakup!

Cara Mengatasi Friendship Breakup
Sumber :
  • https://www.pexels.com/photo/woman-looking-at-sea-while-sitting-on-beach-247314/

Lifestyle, VIVA Bali –Kadang, yang paling bikin sakit hati tuh bukan musuh, tapi malah teman sendiri. Friendship yang harusnya jadi tempat kita merasa aman dan diterima, ternyata bisa juga jadi sumber luka. Entah karena dikhianati, merasa gak dianggap, atau sekadar berubah seiring waktu. Semua itu bisa bikin hubungan pertemanan lama-lama jadi menyakitkan. Meski sudah berusaha untuk terbuka dan jujur, tapi kadang tetap ada ekspektasi yang gak terpenuhi dan itu lebih nyakitin daripada yang kita bayangkan.

Tips Menghemat Listrik di Rumah agar Tagihan Tidak Membengkak

 

 

Tidur Siang Berlebihan Bisa Ganggu Jantung!

 

Kalau kamu lagi mengalami hal-hal seperti di atas, tenang karena kamu gak sendirian! Artikel ini bakal ngebahas kenapa keadaan tersebut bisa terasa begitu menyakitkan dan juga cara menghadapinya tanpa harus kehilangan diri sendiri. Jadi, yuk baca artikel ini sampai akhir! Siapa tahu kamu bisa nemu sudut pandang baru dan bisa pelan-pelan sembuh dari luka yang ditinggalkan oleh seseorang yang kamu anggap sahabat.

Manfaat Aromaterapi yang Cocok untuk Mandi

 

 

 

Alasan Friendship Breakup Sangat Menyakitkan

 

Putus pertemanan sering kali terasa lebih menyakitkan daripada putus cinta karena kedatangannya yang gak terduga. Gak banyak orang yang siap kehilangan seseorang yang selama ini jadi tempat berbagi segalanya. Dilansir dari laman Cosmopolitan, berikut beberapa alasan kenapa friendship breakup bisa terasa sangat menyakitkan.

 

 

 

  1. Sahabat Cerminan Diri Sendiri

 

Ketika sudah menjalin persahabatan bersama seseorang maka secara gak langsung, kita juga sudah saling membentuk dan menyerap cara pandang mereka ke dalam hidup kita. Kemudian ketika persahabatan itu retak, kita secara otomatis akan merasa kehilangan bagian dari diri sendiri. Perpisahan ini juga terkadang bisa memunculkan krisis identitas kalau gak langsung ditangani.

 

  1. Sering Menganggap Akan Bertahan Selamanya

 

Waktu kecil, sering kali kita diajarkan kalau sahabat sejati itu pasti selalu ada. Bahkan, ketika hidup kita berubah pun mereka akan tetap ada di sana. Oleh karena itu, waktu hubungan pertemanan rusak kita akan merasa dikhianati oleh harapan sendiri. Ekspektasi yang gak sesuai dengan realita tersebut bisa membuat kita lebih terkejut dibandingkan dengan putusnya hubungan asmara yang sudah diprediksi sebelumnya.

 

  1. Tidak Ada Kata “Putus”

 

Berbeda dengan putus hubungan dengan pacar, friendship breakup ini sering terjadi tanpa adanya konfrontasi yang jelas. Tiba-tiba kita merasa dijauhkan, gak lagi diajak ngobrol, atau bahkan perlahan dilupakan. Hal tersebut justru terasa lebih sakit karena kita gak tahu salah kita di mana dan juga merasa bingung apakah kita berhak untuk merasa sedih atau gak. Ketidakjelasan ini memperpanjang rasa sedih yang gak bisa kita akui ke siapa pun.

 

 

 

Cara Mengatasi Friendship Breakup

 

Berikut ini adalah beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi friendship breakup, yaitu:

 

 

 

  1. Izinkan Diri Merasa Kehilangan

 

Kehilangan sahabat pastinya sangat menyakitkan, jadi gak apa-apa untuk merasa berduka. Proses ini bisa kita jalani sesuai dengan cara dan waktu kita masing-masing. Jangan berusaha untuk menghindari proses berduka karena hal tersebut justru akan memperpanjangnya. Jadi, berikan izin untuk diri merasa kehilangan serta berikan ruang untuk mengeluarkan semua emosi yang dirasakan.

 

  1. Ekspresikan Perasaan

 

Memendam perasaan gak selamanya baik, lho! Jadi, daripada dipendam akan lebih baik kalau dikeluarkan. Mengutarakan perasaan ini juga gak harus secara verbal, kok. Kita juga bisa mengutarakan lewat medium lain seperti menulis di jurnal, melukis, maupun kegiatan lainnya.

 

  1. Menjaga Jarak untuk Sementara

 

Memberi ruang bisa bantu kita melihat semuanya dengan lebih jernih. Di awal proses healing, akan jauh lebih baik kalau kita membatasi dulu kontak dengan teman yang udah gak lagi bareng kita. Bukan untuk menjauh selamanya, tapi untuk kasih waktu ke diri sendiri buat sembuh kembali.

 

  1. Cari Dukungan Orang Lain

 

Dalam proses menyembuhkan luka dari friendship breakup ini ada baiknya kalau kita juga mencari dukungan dari orang lain. Kita bisa bersandar dan bercerita apa yang kita alami pada teman yang lain atau bahkan keluarga. Membagikan perasaan kepada orang lain bisa meringankan beban emosional, memberikan perspektif baru, dan juga mengingatkan bahwa kita gak sendirian.

 

  1. Lakukan Self-Care

 

Putus hubungan dengan teman bisa membuat kita menjadi stres. Oleh karena itu, kita bisa melakukan self-care dengan berbagai cara seperti berolahraga, mengonsumsi makanan sehat, beristirahat yang cukup, atau melakukan kegiatan yang kita suka.

 

 

Friendship breakup memang gak mudah, tapi bukan berarti kita harus terjebak dalam luka itu selamanya. Dengan memahami alasan dibalik rasa sakitnya dan juga tahu cara menghadapinya, kita bisa bangkit pelan-pelan dan menjadi diri kita yang lebih kuat serta dewasa.