Suasana Khidmat dan Meriah Warnai Tradisi Nyongkolan di Desa Kediri, Lombok Barat

Gendang Beleq mengiringi Nyongkolan melestarikan tradisi
Sumber :
  • Moh Helmi/ VIVA Bali

Lombok Barat, VIVA Bali –Pada Hari Jumat sore kemarin,Suasana di Desa Kediri, Kecamatan Kediri, Kabupaten Lombok Barat, dipenuhi dengan nuansa khidmat sekaligus meriah. Tradisi nyongkolan, sebuah prosesi adat pernikahan yang menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya masyarakat Lombok, kembali digelar dengan penuh semangat dan kekhidmatan.Jumat, 2 Mei 2025

img_title Diduga Pengedar Sabu, Pria Asal Lingsar Dibekuk Polisi di Bertais

Acara yang dimulai pukul 16.30 WITA ini menunjukkan betapa kuatnya nilai-nilai budaya lokal yang terus dijaga dan dilestarikan. Rombongan pengantin dan keluarga, diiringi oleh alunan musik tradisional Gendang Beleq yang khas dan menggelegar, bergerak dari depan Pondok Pesantren Islahudin menuju Pasar Kediri.

Iringan musik yang enerjik dan penuh semangat ini menambah kemeriahan dan keindahan prosesi nyongkolan, yang menjadi simbol kebahagiaan dan kebersamaan dalam menyambut pengantin baru.

img_title UMK NTB Resmi Naik Tahun 2026, Ini Daftar Lengkap 10 Kabupaten, Cek Gaji Kamu!

Kemeriahan acara ini tidak hanya menarik perhatian warga desa, tetapi juga pengguna jalan yang melintas di sekitar jalur tersebut. Potensi kemacetan lalu lintas menjadi perhatian utama pihak kepolisian.

Untuk memastikan acara berlangsung aman dan tertib, jajaran Kepolisian Sektor Kediri, Polres Lombok Barat, serta Polda NTB, secara langsung melakukan pengamanan di lokasi.

img_title Ratusan Atlet Berlaga, Tarung Derajat Lombok Barat Siap Tancap Gas ke Porprov 2026

Kapolres Lombok Barat, AKBP Yasmara Harahap, S.I.K., melalui Kapolsek Kediri, AKP Jahyadi Sibawaih, S.H., menyatakan bahwa pengamanan kegiatan nyongkolan merupakan bentuk komitmen Polri dalam melayani dan melindungi masyarakat serta mendukung pelestarian budaya lokal.

“Kami menerjunkan anggota, termasuk Bhabinkamtibmas Desa Kediri, untuk melakukan pengamanan secara langsung,” ujarnya.

Fokus utama dari pengamanan ini adalah mengatur arus lalu lintas agar tidak terjadi kemacetan yang mengganggu aktivitas masyarakat lainnya. Sistem buka tutup jalan secara situasional diterapkan untuk memberi ruang bagi rombongan nyongkolan melintas dengan lancar.

Selain itu, petugas juga berupaya mencegah potensi gesekan antar peserta iring-iringan maupun dengan pengendara lain yang melintas.

AKP Jahyadi menambahkan, pihaknya juga memberikan imbauan kepada seluruh pihak untuk menjaga ketertiban dan saling menghormati. Berkat kesigapan anggota di lapangan dan kesadaran masyarakat, seluruh rangkaian acara nyongkolan berjalan aman, kondusif, dan lancar hingga selesai.

Halaman Selanjutnya
img_title