Dari Pura Bersejarah hingga Tradisi Tak Benda yang Mendunia
- https://www.freepik.com/free-photo/bi
Gumi Bali, VIVA Bali –Pulau Bali dikenal tidak hanya karena keindahan alamnya, tetapi juga karena kekayaan warisan budayanya yang masih terjaga hingga kini. Budaya Bali tumbuh dari perpaduan antara kepercayaan Hindu, adat istiadat, dan kearifan lokal yang menghasilkan berbagai situs bersejarah serta tradisi tak benda yang unik. Pemerintah dan masyarakat Bali terus berupaya menjaga dan melestarikan kekayaan budaya ini melalui berbagai inisiatif dan regulasi.
Pada tahun 2023, Direktorat Jenderal Kebudayaan Republik Indonesia mengusulkan lima situs penting di Bali untuk ditetapkan sebagai Cagar Budaya Peringkat Nasional. Lima situs tersebut adalah:
1. Pura Taman Ayun di Kabupaten Badung, salah satu pura kerajaan dengan arsitektur klasik Bali yang megah.
2. Pura Pucak Penulisan di Kabupaten Bangli, pura kuno yang menyimpan banyak arca dan prasasti era Bali Kuno.
3. Pura Blanjong di Kota Denpasar, lokasi ditemukannya Prasasti Blanjong dari abad ke-10.
4. Kampus Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana, bangunan bersejarah yang mencerminkan warisan pendidikan dan kebudayaan Bali.
5. Rumah Nyoman Rai Srimben di Kabupaten Buleleng, rumah kelahiran ibu dari Proklamator Ir. Soekarno.
Melukat banyak dilakukan warga di Pura Tirta Empul Tapaksiring
- https://www.expedia.co.id/Pura-Tirta-E
Dari lima situs tersebut, tiga di antaranya dinyatakan layak ditetapkan setelah perbaikan struktur dan dokumentasi, sementara dua lainnya belum memenuhi kriteria. Proses ini menunjukkan pentingnya sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam menjaga keutuhan situs budaya Bali.
Selain situs fisik, Bali juga memiliki beragam warisan budaya tak benda (WBTb) yang telah diakui secara nasional oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Beberapa di antaranya yang telah ditetapkan sebagai WBTb Indonesia adalah:
1. Tari Rejang Renteng (Kabupaten Bangli): tari sakral yang ditarikan oleh ibu-ibu saat upacara keagamaan di pura.
2. Tradisi Nyakan Diwang (Kabupaten Karangasem): kegiatan memasak bersama jelang Hari Raya Galungan.
3. Tradisi Ngelawang (Kota Denpasar): pertunjukan barong keliling untuk menolak bala yang biasa dilakukan anak-anak.
4. Tradisi Mabuang (Kabupaten Buleleng): ritual adat yang berkaitan dengan pelestarian lingkungan laut.
5. Megandu (Kabupaten Tabanan): upacara panen dan ucapan syukur terhadap dewi padi (Dewi Sri).