NTB Raih Dua Penghargaan Bergengsi di IMTI 2025

The 12th Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF)
Sumber :
  • https://www.instagram.com/p/DPlMsMsjugd/

NTB, VIVA Bali –Bank Indonesia bersama sejumlah mitra strategis menggelar The 12th Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2025 dengan tema Sinergi Ekonomi dan Keuangan Syariah Memperkuat Kemandirian Ekonomi dan Pertumbuhan Ekonomi Inklusif.

img_title Target Mulai Dibangun 2027, Detail Engineering Design (DED) Jalan Bypass Lembar - Kayangan Dikebut Tahun Ini.

 

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Bank Indonesia merilis hasil kajian Indonesia Muslim Travel Index (IMTI) 2025 serta memberikan apresiasi kepada 15 provinsi terpilih sebagai nominasi IMTI. Acara berlangsung di Ballroom 1, JIEXPO Kemayoran, Jakarta, pada Kamis, 9 Oktober 2025. Seperti yang dilansir dari akun Instagram resmi @lomboksumbawatourism.go.

img_title NTB Siap Sambut Raker APPSI 2026, Gubernur se-Indonesia Dijadwalkan Hadir

 

Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) berhasil menembus lima besar nasional sebagai Destinasi Pariwisata Ramah Muslim Terbaik Tahun 2025. Penghargaan tersebut diserahkan oleh Menteri Pariwisata RI, Widiyanti Putri Wardhana, dan diterima langsung oleh Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal.

img_title Pemprov NTB dan Unram Bersinergi Percepat Pengentasan Kemiskinan Lewat Desa Berdaya

 

Tak hanya itu, NTB juga mendapatkan Special Recognition Award for Setting a Global Benchmark in Muslim Friendly Tourism and Sport sebagai bentuk penghargaan atas konsistensi dalam membangun pariwisata ramah muslim berstandar global.

 

Gubernur NTB mengungkapkan rasa bangganya atas pencapaian tersebut.

 

“Alhamdulillah, Provinsi NTB meraih penghargaan IMTI 2025 sebagai salah satu dari lima destinasi pariwisata ramah muslim terbaik nasional. Ke depan, kami akan terus meningkatkan kualitas NTB sebagai destinasi unggulan muslim friendly tourism di Indonesia,” ujar Iqbal.

 

Prestasi ini semakin memperkuat posisi NTB sebagai ikon wisata halal nasional sekaligus mendukung pengembangan ekonomi syariah dan pariwisata yang berdaya saing internasional.