Gubernur NTB Heran, Kapal Pesiar Datang ke Lombok Tapi Tidak Tinggal Semalam

Gubernur NTB heran, kapal pesiar singgah tapi tak menginap.
Sumber :
  • ANTARA/HO-Pelindo Multi Terminal

Lombok, VIVA BaliGubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal heran, kapal pesiar terus datang ke Lombok tapi tak pernah menginap, hanya singgah sebentar sebelum kembali melaut, meski jumlah wisman terus bertambah.

img_title Indosat: Bali Jadi Barometer Adopsi 5G, Pengguna Turis Tumbuh Double Digit

Ribuan wisatawan mancanegara yang datang ke Lombok lewat kapal pesiar ternyata hanya singgah sebentar. 

Mereka datang di pagi hari, berkeliling sebentar, lalu kembali berlayar malam harinya. 

img_title Target Mulai Dibangun 2027, Detail Engineering Design (DED) Jalan Bypass Lembar - Kayangan Dikebut Tahun Ini.

Mengutip rilis dari website resmi Pemprov NTB, Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhamad Iqbal mengaku heran dan prihatin. 

Baginya, kehadiran kapal pesiar yang membawa ribuan wisatawan seharusnya bisa memberi dampak ekonomi jauh lebih besar, tapi kenyataannya belum optimal.

img_title Pemda Lombok Timur dan PN Selong Hadirkan Sidang di Tempat, Permudah Akses Keadilan Warga

“Iya, sebagian besar kapal pesiar yang datang ke Lombok memang tidak over night,” ujar Iqbal usai menyambut kedatangan tamu kapal pesiar Ovation of the Seas. Jumat, 2 Januari 2025.

Gubernur NTB ini menambahkan, kapal biasanya bersandar sekitar 12 jam, cukup untuk singgah, bersantai, dan menikmati beberapa atraksi, tapi tidak cukup untuk menjelajah secara mendalam.

Menurut Iqbal, penyebab utama kapal pesiar enggan menginap adalah minimnya atraksi wisata yang bisa ditawarkan di Lombok. 

“Tidak banyak atraksi yang bisa mereka lihat,” kata dia. 

Selain itu, keterbatasan akomodasi yang dapat menampung ribuan wisatawan sekaligus menjadi masalah tersendiri. 

“Kalau datang 4 ribu orang sekaligus, tentu susah bisa ditampung,” tambahnya.

Gubernur Iqbal menekankan, potensi ekonomi yang hilang cukup besar. 

“Kalau kapal pesiar bisa tinggal semalam, tentu ada efek berganda untuk hotel, restoran, transportasi lokal, dan pedagang sekitar. Ini isu yang harus kita pikirkan bersama,” tegasnya.

Tak hanya soal atraksi dan akomodasi, jarak antara Pelabuhan Gili Mas dengan destinasi unggulan Lombok juga menjadi kendala. 

Sekotong memang relatif dekat, tapi destinasi lain seperti Mandalika, Mataram, atau Senggigi butuh waktu 1,5–2 jam dengan bus. 

“Kalau wisatawan harus menempuh perjalanan jauh, tentu mereka tidak betah tinggal lama,” kata Iqbal.

Iqbal juga menjelaskan pihaknya telah melobi sejumlah operator kapal pesiar saat kunjungan ke Singapura. 

Dari situ, mereka menyampaikan bahwa kendala utama bukan hanya soal atraksi, tapi juga kesiapan infrastruktur dan kapasitas akomodasi. 

Halaman Selanjutnya
img_title