NTB Surplus Pangan! Stok Beras Tembus 160 Ribu Ton, Aman Hingga 2028

Stok Beras NTB 160 Ribu Ton, Aman Pangan hingga 2028
Sumber :
  • TV ONE NEWS

Lombok, VIVA Bali –Nusa Tenggara Barat (NTB)mencatat surplus pangan signifikan dengan stok beras pemerintah dan komersial kini tembus 160 ribu ton, cukup memenuhi kebutuhan penerima bantuan sosial hingga 30 bulan atau aman sampai 2028.

img_title Pemprov NTB dan Unram Bersinergi Percepat Pengentasan Kemiskinan Lewat Desa Berdaya

Nusa Tenggara Barat (NTB) menunjukkan taringnya sebagai salah satu lumbung pangan nasional. 

Stok beras di provinsi ini tercatat mencapai 160.700 ton, jumlah yang disebut cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga 30 bulan ke depan atau setara 2,5 tahun, alias aman sampai 2028.

img_title Pemda Lombok Timur dan PN Selong Hadirkan Sidang di Tempat, Permudah Akses Keadilan Warga

Melansir tvonenews.com, Kepala Dinas Ketahanan Pangan NTB, Aidy Furqan, menegaskan bahwa meski NTB berstatus surplus pangan, upaya penguatan cadangan tetap menjadi prioritas. 

Menurutnya, stok besar bukan alasan untuk lengah.

img_title NTB Jadi Provinsi Pertama Jalin MoU Ekonomi Biru dengan KKP

“Meski NTB surplus pangan, peningkatan pengadaan tetap penting sebagai langkah antisipasi terhadap potensi bencana, fluktuasi harga, dan kerawanan pangan di sejumlah wilayah,” ujar Aidy di Mataram. 

Total 160.700 ton beras tersebut terdiri dari Cadangan Beras Pemerintah (CBP) sebanyak 158.849 ton dan stok komersial sekitar 1.852 ton. 

Seluruh cadangan ini tersimpan rapi di gudang-gudang Bulog NTB, ibarat benteng pangan yang siap dibuka kapan saja jika kondisi mendesak.

Namun, Aidy menekankan bahwa cadangan tersebut bukan untuk konsumsi seluruh penduduk NTB, melainkan diperuntukkan bagi kelompok tertentu, terutama penerima bantuan sosial beras. 

Pada tahun 2025, tercatat 521.185 keluarga di NTB masuk dalam daftar penerima manfaat.

Dengan asumsi setiap keluarga menerima 10 kilogram beras per bulan, maka stok beras yang ada saat ini diperkirakan baru akan habis dalam waktu 2,5 tahun.

Hitungan ini menjadi dasar klaim bahwa ketahanan beras NTB relatif aman hingga 2028, jika tidak terjadi lonjakan kebutuhan ekstrem.

Tak hanya beras, Bulog NTB juga mengelola stok komoditas strategis lain seperti gula, minyak goreng, serta jagung pipilan. 

Sebagian komoditas tersebut bahkan telah disalurkan untuk memenuhi kebutuhan peternak dan distribusi antarwilayah, menegaskan peran NTB sebagai penopang pangan regional.

Meski stok melimpah, Aidy mengingatkan bahwa ketahanan pangan tidak semata soal ketersediaan. 

Ada faktor lain yang tak kalah penting, yakni keterjangkauan harga dan pola konsumsi masyarakat.

Halaman Selanjutnya
img_title