Target Mulai Dibangun 2027, Detail Engineering Design (DED) Jalan Bypass Lembar - Kayangan Dikebut Tahun Ini.

Gubernur NTB, memberikan keterangan terkait Bypass Lembar - Kayangan
Sumber :
  • https://rri.co.id/pi

NTB, VIVA BaliPemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) terus mematangkan rencana pembangunan Jalan Bypass Lembar–Kayangan atau jalur Port to Port yang akan menghubungkan Pelabuhan Lembar di Lombok Barat dengan Pelabuhan Kayangan di Lombok Timur. Proyek strategis tersebut kini memasuki tahap penyusunan Detail Engineering Design (DED) dan ditargetkan mulai memasuki tahap konstruksi pada tahun 2027.

img_title Wagub NTB Ajak Umat Perkuat Kerukunan pada Puncak Sannipata Waisak 2570 BE

Dilansir dari ANTARA, Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menyampaikan bahwa penyusunan DED menjadi fokus utama pemerintah pada tahun 2026 setelah sebelumnya studi kelayakan atau feasibility study (FS) berhasil diselesaikan. Tahapan tersebut menjadi dasar sebelum pekerjaan fisik dapat dimulai.

Menurut Gubernur, pembangunan jalan Port to Port merupakan salah satu proyek infrastruktur prioritas yang diharapkan mampu memperkuat konektivitas wilayah sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi di Pulau Lombok. Jalan tersebut akan menjadi jalur alternatif yang menghubungkan dua pelabuhan utama di NTB sehingga distribusi barang maupun mobilitas masyarakat menjadi lebih cepat dan efisien.

img_title NTB Siap Sambut Raker APPSI 2026, Gubernur se-Indonesia Dijadwalkan Hadir

Lalu Muhamad Iqbal menjelaskan bahwa proyek tersebut telah mendapatkan perhatian dari pemerintah pusat. Pemerintah Provinsi NTB telah mempresentasikan rencana pembangunan kepada Presiden Prabowo Subianto beserta sejumlah kementerian terkait sebagai bagian dari upaya memperoleh dukungan pelaksanaan proyek.

"Tahun lalu kita sudah menyelesaikan feasibility study, tahun ini kita menyelesaikan DED. Insya Allah tahun depan kita mulai konstruksinya," ujar Lalu Muhamad Iqbal, dikutip dari ANTARA.

img_title Pemprov NTB dan Unram Bersinergi Percepat Pengentasan Kemiskinan Lewat Desa Berdaya

Ia menegaskan bahwa tahapan pembangunan dilakukan secara bertahap agar seluruh aspek teknis maupun administratif dapat dipenuhi sebelum pekerjaan konstruksi dimulai.

Salah satu informasi penting yang disampaikan Gubernur NTB adalah mengenai panjang jalan baru yang akan dibangun. Menurutnya, pembangunan jalan baru hanya sekitar 15 kilometer, sedangkan sebagian besar trase akan menggunakan jalan eksisting yang nantinya ditingkatkan kualitasnya melalui pelebaran, peningkatan struktur jalan, maupun penyesuaian geometrik agar memenuhi standar jalan nasional.

Konsep tersebut dipilih untuk meningkatkan efisiensi biaya pembangunan sekaligus mempercepat pelaksanaan proyek karena tidak seluruh koridor harus dibuka sebagai jalan baru.

Dengan memanfaatkan infrastruktur yang telah ada, pemerintah berharap proses pembangunan dapat berlangsung lebih efektif tanpa mengurangi manfaat yang akan diperoleh masyarakat.

Halaman Selanjutnya
img_title