Inovasi Teknologi Tepat Guna pada Usaha Ladrang Maniskoe Kabupaten Banyuwangi
- istimewa/ VIVA Bali
VIVA Bali –
Penulis: Sofia Asyriana BR, S.E., M.M., Adytira Rachman, M.Pd., CPFR., Muhammad Yusuf, S.T., M.T.
Di era modern ini, di mana teknologi semakin berkembang, UMKM juga perlu menyesuaikan diri. Digitalisasi pemasaran dan mesin-mesin produksi yang semakin canggih mampu meningkatkan produktivitas UMKM. Dengan digitalisasi pemasaran, diharapkan jangkauan penjualan produk semakin luas dan pemanfaatan teknologi tepat guna akan sangat membantu UMKM dalam meningkatkan jumlah produksinya.
Namun, masih banyak UMKM yang belum sampai pada tahap memanfaatkan digitalisasi pemasaran dan inovasi teknologi tepat guna tersebut dikarenakan keterbatasan pengetahuan dan modal yang mereka miliki. Untuk menjawab permasalahan tersebut, maka sangat diperlukan sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan UMKM sendiri.
Jika kita flash back ke tahun 1998 saat terjadi krisis moneter, pada era tersebut perusahaan-perusahaan besar banyak yang collaps, sementara UMKM dapat bertahan dan menyelamatkan ekonomi nasional. Tentunya, hal ini membuktikan bahwa UMKM mempunyai kekuatan yang besar sebagai penopang perekonomian suatu negara.
Pemerintah sebagai penentu kebijakan melalui Kemenristekdikti membuka peluang bagi insan-insan perguruan tinggi untuk berperan aktif dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui dana hibah-dana hibah yang bisa dimanfaatkan dalam rangka memajukan UMKM seperti sudah disebutkan di awal.
Tahun 2026, tim pengabdian terdiri dari Sofia Asyriana BR Perangin Angin, S.E., M.M., Adytira Rachman, M.Pd., CPFR., Muhammad Yusuf, S.T., M.T. dari Universitas 17 Agustus 1945 Banyuwangi dengan menggandeng mitra UMKM Ladrang Maniskoe di Kabupaten Banyuwangi berusaha mewujudkan sinergi tersebut. Kegiatan pengabdian ini diisi dengan beberapa pelatihan, baik pelatihan digitalisasi maupun pelatihan Teknologi Tepat Guna (TTG).
Pelatihan-pelatihan ini dilaksanakan dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan UMKM Ladrang Maniskoe. Selain pelatihan-pelatihan, tim pelaksana pengabdian juga memfasilitasi mesin pencetak ladrang, kompor high pressure, web, pembuatan P-IRT serta kemasan.
Fasilitas-fasilitas ini bisa diwujudkan berkat keberhasilan tim pelaksana pengabdian lolos dana hibah Kemenristekdikti untuk program Pengabdian Kepada Masyarakat.
Pendampingan Teknologi Tepat Guna (TTG) Bersama 20 Pemilik UMKM di bidang industry kecil makanan di kabupaten Banyuwangi
- istimewa/ VIVA Bali
Beberapa alasan tim pelaksana pengabdian memfasilitasi lima poin yang telah disebutkan sebelumnya adalah: