Suguhkan Kualitas Permainan, Tournamen Mini Soccer Kades Bajulmati Primadona Warga Wongsorejo

Permainan apik dalam tournament mini soccer Desa Bajulmati
Sumber :
  • Anton Heri Laksana/ VIVA Bali

Banyuwanggi, VIVA Bali –Saat perayaan hari kemerdekaan Republik Indonesia, beragam lomba digelar seluruh pelosok negeri yang kesemuanya lebih mendominasi pada tujuan hiburan semata. Namun tidak seperti yang dihelat Kepala Desa (Kades) Bajulmati, Achmad Thoha yang justru menggelar perlombaan yang bukan hanya sebagai tontonan namun juga sebagai tuntunan.

img_title Surat Resmi Wawancara Kisruh BUMDes Bengkak Dikirimkan, DMPD Banyuwangi Ragukan Jurnalis

Adalah tournament mini soccer yang menjadi pilihan Kades Bajulmati Achmad Thoha dalam memuaskan dahaga pecinta serta pecandu sepak bola.

Bertempat di lapangan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Desa Bajulmati, Kecamatan Wongsorejo, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur tournament mini soccer tingkat Rukun Warga (RW) se Desa Bajulmati digelar.

img_title Jemput Anak Ngaji Berujung Teror, Ibu Muda di Wongsorejo Nyaris Dibegal

Pada babak penyisihan grop D kali ini, bertemu tim RW 3 Dusun Badolan dengan tim RW 3 Dusun Galekan. Kamis, 14 Agustus 2026.

Kedua tim yang merupakan delegasi dari RW masing – masing menerjunkan 8 pemain terbaiknya untuk meraih point penuh 2 babak dengan durasi 2 kali 20 menit.

img_title Kisruh Proyek KDKMP di Wongsorejo: Sisa Upah Tukang Rp20 Juta Ngadat

Sejak peluit panjang babak pertama dimulai, pemain depan kedua tim langsung beradu skil dalam penguasaan di kulit bundar di lapangan RTH Bajulmati.

Kocekan serta umpan bola pendek dimainkan pemain kedua tim dalam upaya penggiringan bola hingga ke jantung pertahanan terakhir tim lawan.

Namun upaya menjebol gawang lawan tidak semudah membalikkan telapak tangan dan perlu usaha keras serta kekompakan seluruh pemain.

Pola permainan keras terjadi beberapa kali hingga membuat kedua tim harus terguling hingga beberapa kali di kerasnya tanah lapangan.

Namun pola permainan tersebut tidak membuahkan satu pun gol pada gawang lawan hingga peluit babak pertama berakhir dan kedudukan skor masih 0:0.

Memasuki babak kedua, pola pemainan umpan lambung ke mistar gawang banyak dilakukan pemain belakang kedua tim.

Pola serangan tersebut akhirnya memfokuskan kemelut bola di daerah berbahaya kotak pinalti di jantung pertahanan lawan.

Dan benar saja, intensitas serangan keras membuat seorang pemain dari RW 3 Dusun Galekan harus dikeluar lapangan selama 2 menit setelah diganjar kartu kuning oleh wasit Tegar karena dianggap melakukan pelanggaran yang cukup keras pada lawan.

Menjelang berakhirnya babak penyisihan grop D tersebut, melalui pemain atas Ula dari tim RW 3 Dusun Galekan berhasil memanfaatkan dengan baik kemelut di depan gawang dengan berhasil menyarangkan bola dan mengubah kedudukan menjadi 0:1 hingga babak kedua berakhir.

Halaman Selanjutnya
img_title