KKN 09 Untag Banyuwangi Bangun Kesadaran Anti-Bullying, Siswa Aktif Diskusi hingga Peragakan Jargon

KKN 09 Untag Banyuwangi Bangun Kesadaran Anti-Bullying, Siswa Aktif Diskusi hingga Peragakan Jargon
Sumber :
  • Dovalent Vandeva Derico/ VIVA Bali

Banyuwangi, VIVA Bali – Upaya membangun kesadaran mengenai bahaya bullying dilakukan Kelompok 9 Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Banyuwangi melalui pendekatan interaktif di SD Negeri 03 Watukebo.

img_title Jalur Menuju Pelabuhan Ketapang Dijaga 24 Jam, Polda Jatim Terjunkan 60 Personel

Sosialisasi pencegahan bullying yang digelar pada 18 Juli 2026 tersebut menyasar siswa kelas 4, 5, dan 6. Tidak hanya mendengarkan materi, para siswa diajak terlibat dalam diskusi, permainan edukatif, kuis hingga memperagakan gerakan anti-bullying.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program KKN-PPM Kelompok 9 Desa Watukebo yang dirancang untuk meningkatkan pemahaman siswa mengenai bullying, bentuk-bentuk perundungan, dampaknya terhadap diri sendiri maupun orang lain, serta langkah-langkah pencegahannya.

img_title 16.000 Penonton Penuhi Stadion, Bali United Menang Tipis 2-1 Atas PSS Sleman

Ketua KKN Kelompok 9, Lutfi Abdurrahman H., mengatakan respons siswa terhadap metode interaktif yang digunakan selama sosialisasi sangat positif.

“Respons para siswa terhadap metode interaktif yang digunakan dalam sosialisasi pencegahan bullying sangat positif,” kata Lutfi.

img_title Tatap Musim Baru, Bali United FC Jadi Klub Indonesia Pertama yang Gandeng Sponsor Jam Tangan Lokal

Kegiatan menghadirkan pemateri dari dosen FISIP Untag Banyuwangi, Safrieta Jatu Permatasari, S.IP., M.Si. Materi disampaikan secara komunikatif dengan bahasa yang mudah dipahami siswa.

Menurut Lutfi, pendekatan tersebut membuat siswa lebih mudah mengikuti dan memahami materi yang diberikan.

“Kegiatan ini menghadirkan pemateri dari dosen FISIP Untag Banyuwangi, yaitu Ibu Safrieta Jatu Permatasari, S.IP., M.Si., yang menyampaikan materi secara komunikatif dan bahasa yang mudah dipahami,” jelasnya.

“Sehingga siswa memahami materi dengan baik dan antusias selama kegiatan berlangsung,” sambung Lutfi.

Antusiasme siswa terlihat ketika mereka mengikuti sejumlah aktivitas yang disiapkan selama sosialisasi. Studi kasus sederhana, games berhadiah dan ice breaking digunakan untuk membuat siswa terlibat secara langsung.

“Melalui permainan seperti studi kasus sederhana, games berhadiah dan ice breaking siswa terlihat aktif mengikuti kegiatan hingga akhir,” ujarnya.

Para siswa juga dilibatkan dalam diskusi, menjawab pertanyaan atau kuis, serta memperagakan gerakan anti-bullying melalui jargon dan ice breaking lagu anti-bullying yang dicontohkan dalam kegiatan.

“Mereka tidak hanya mendengarkan materi yang disampaikan, tetapi juga terlibat langsung dalam diskusi, menjawab pertanyaan atau kuis, serta aktif memperagakan gerakan anti bullying melalui jargoan dan ice breaking lagu anti bullying yang dicontohkan,” kata Lutfi.

Halaman Selanjutnya
img_title