Respon Cepat dan Edukatif: Cara Heri Kuswanto Tangani Protes Kartu Merah di Tournamen Mini Soccer Desa Bajulmati
- Anton Heri Laksana/ VIVA Bali
Banyuwangi, VIVA Bali –Animo pecinta sepak bola di tanah air, sudah tidak diragukan lagi, bukan hanya di kota besar saja yang sarat dengan sejumlah fasilitas pendukung namun pecinta sepak bola mengalir jauh hingga ke seluruh pelosok negeri.
Hal inilah yang direspon dengan baik oleh Kepala Desa (Kades) Bajulmati, Achmad Thoha dengan menghelat tournament mini soccer tingkat Rukun Warga (RW) se Desa Bajulmati.
Setiap sore warga disuguhkan permainan sepak bola apik oleh pemain – pemain lintas generasi di lapangan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Desa Bajulmati, Kecamatan Wongsorejo, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.
Pada babak penyisihan grop D kali ini, tim RW 1 Dusun Galekan akan menjamu tim RW 4 Dusun Krajan untuk bisa meraih point penuh. Kamis, 14 Agustus 2026.
Sejak awal babak pertama, tanda – tanda pola permainan keras sudah terlihat dan dilakukan seluruh tim untuk menjadi yang pertama mendapatkan gol.
Benturan demi benturan terjadi hingga beberapa kali yang membuat wasit, Tegar harus berulang – ulang menghentikan pertandingan.
Bahkan sebuah langkah tegas dilakukan wasit Tegar dengan mengeluarkan kartu merah pada pemain RW 4 Dusun Krajan dengan nomor punggung 00 atas nama Riko karena dianggap melakukan pelanggaran yang sangat fatal.
Seorang pemain tim RW 1 Dusun Galekan harus dilarikan ke Unit Gawat Darurat (UGD) Puskesmas Bajulmati karena dilanggar pemain tim RW 4 Dusun Krajan.
Bahkan darah segar terus mengucur dari dahi pemain RW 1 Dusun Galekan ini dan perlu untuk segera mendapatkan penanganan medis.
Sesaat setelah babak pertama berakhir, official tim RW 4 Dusun Krajan melakukan protes pada panitia pertandingan karena merasa tidak puas dengan keputusan wasit Tegar.
Beruntung langkah sigap serta responsip dari Ketua Panitia Tournament mini soccer, Heri Kuswanto berhasil serta mampu meredakan ketegangan yang terjadi dengan memberikan pemahaman terkait apa yang telah terjadi.
Memasuki babak kedua, tim RW 4 Dusun Krajan yang hanya mengandalkan 7 orang pemain ternyata tidak semudah itu ditaklukan tim RW 1 Dusun Galekan.
Sejumlah serangan bertubi – tubi dari tim RW 1 Dusun Galekan mampu digagalkan dengan mudah oleh pemain belakang Zainal Makruf legenda sepak bola tahun 90’an.